“Berilah pekerjaan kepada orang yang sibuk”
Salah satu hal yang banyak menjadi musuh bagi orang-orang adalah malas, rasa malas ini biasanya adalah sumber dari berbagai macam permasalahan seperti menunda-nunda pekerjaan atau bahkan sampai tidak mengerjakannya sama sekali.
Buatku rasa malas adalah sebuah hadiah yang kita dapat atas sebuah pencapaian, maka dari itu rasa malas tidak akan kuterima begitu saja karna dapat membuatnya menjadi tidak berharga.
Saat kuliah aku diberikan sebuah peribahasa oleh seniorku bahwa kita lebih baik memberikan pekerjaan pada orang yang sibu, karna orang sibuk tidak akan menunda-nunda pekerjaannya. Saat dia menunda pekerjaan satu akan merember ke pekerjaan lain. Berbeda bila kita memberikan pekerjaan pada orang yang punya banyak waktu luang, karna merasa punya banyak waktu dia akan menunda pekerjaanya dan biasanya akan dikerjakan mepet deadline.
Berawal dari sana aku selalu ingin menjadi orang yang sibuk, saat weekday aku selalu berusaha menyibukan diriku dengan berbagai pekerjaan. Rasa malas tidak pernah kubiarkan datang di hari kerja, karna itu aku sangat menghargai weekendku, saat weekend datang aku akan berusaha untuk tidak mengerjakan hal-hal yang berbau pekerjaan. Aku akan menikmati weekendku. Inilah hari-hari dimana aku bisa bermalas-malasan sepuasku, malas yang aku tabung selama hari kerja akan aku nikmati saat weekend.
Mempunyai pola pikir seperti ini cukup efektif untukku, aku menjadi lebih teratur dalam manajemen waktu, harus selalu kita ingat bahwa dalam sehari itu ada 24 jam menurutku itu waktu yang sangat luas untuk mengerjakan banyak hal asal kau tak memasukan agenda malas dalam jadwalmu.