AE S102 Buku Petualang K11 -Menyusuri Kota Bandung-
Zacky Hudaya
Thursday March 10 2022, 7:33 PM
AE S102 Buku Petualang K11 -Menyusuri Kota Bandung-

Pandemi membuat kami semua susah untuk bertemu secara tatap muka. Kami semua harus melakukan seluruh kegiatan di rumah saja. Cerita sedikit mengenai awal pandemi, kami semua mendapatkan kabar bahwa kegiatan sekolah akan diliburkan selama 2 minggu. Terdengar sangat menyenangkan bukan, namun tidak selamanya menyenangkan. Adaptasi baru dengan melakukan seluruh kegiatan pembelajaran secara online rasanya cukup membosankan, terkadang aku pun merasa sangat stress. Susah untuk berkomunikasi dengan saudara bahkan teman-teman. Walaupun tetap bisa berkomunikasi namun hanya dengan lewat telefon atau video call saja. Hingga sekarang kami pun harus tetap patuh terhadap protokol kesehatan yang ada. Syukur kenaikan angka terpapar di wilayah Bandung khususnya sudah mulai reda. Kami pun bisa melakukan kegiatan secara offline bersama teman-teman tidak lupa untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan yang ada seperti memakai masker jika sedang berkomunikasi secara langsung dengan teman-teman. Jika pandemi Corona ini tidak ada mungkin kami semua sering melakukan petualang lebih banyak di KPB. Syukur aku dan teman-teman merasakannya, antusias teman-teman sangat terlihat. Kala itu aku dan teman-teman masih duduk di bangku kelas 10. Kami melakukan perjalan sembari jalan santai keliling kota Bandung. Rute perjalanan bisa terbilang cukup jauh. Sekitar 8 kilo meter perjalanan. Namun begitu kami pun tidak terlihat lelah karena dengan perjalanan ini membuat kami semua bisa lebih ceria. Canda dan tawa bersama teman-teman ternyata membuat rasa lelah itu tidak terasa. Kami melakukan perjalan ini cukup pagi sekitar jam 7 kurang kami berkumpul di Baksil. Babakan Siliwangi namanya, orang Bandung pasti mengenali kawasan ini. Rute perjalanan cukup panjang mulai dari menyusuri Jl. Dago jalan turun menuju Jl. Braga. Sampai di Braga kami pun mencari tempat untuk bisa beristirahat sejenak untuk bersiap melanjuti perjalanan menuju Paskal. Selama perjalanan kami wajib untuk mendokumentasikan hal-hal yang cukup menarik agar perjalanan leibh bermanfaat selain uji fisik saja. Sekitar 10 menit kami beristirahat semangat kita masih besar dan tidak ada kata lelah. Kami pun bergegas menuju Paskal sembari melewati kawasan yang cukup banyak orang luar minati saat berada di Bandung. Berbagai gedung bersejarah apa lagi kalo bukan Jl. Asia Afrika. Kami pun beristirahat dan berteduh karena pada saat itu matahari pun sudah mulai terik, tidak lama kami pun memulai perjalanan kembali. Sesampai di Paskal kami pun beristirahat dan membeli minuman segar karena beberapa dari teman kami pun stok air mineral menipis. Akhirnya perjalanan selesai, banyak cerita seru yang aku dapat bersama teman-teman. Perjalanan bersama teman-teman selalu menyenagkan, karena disitulah kebersamaan kita lebih dikeluarkan secara maksimal. Menyenangkan ketika memiliki teman yang bisa diajak melakukan kegiatan seperti ini, ayo kita lakukan lagi. Menurutku sebuah petualang tidak harus dilakukan di kawasan yang jauh seperti keliling dunia. Kita bisa melakukan petualangan ini di mana saja, eksplor tempat tempat yang unik, menjelajahi hutan kota, bahkan berburu pun bisa menjadikan cerita dari sebuah perjalanan bukan. Melakukan perjalanan ini tidak sama sekali membutuhkan biaya yang cukup banyak. Bahkan dengan membawa satu botol air mineral saja sangat cukup, tergantung jika perjalanan kalian akan kemana. Jika perjalanan tersebut keluar kota tentu beda lagi. Kalian harus mempersiapkan barang bawaan tersebut lebih banyak. Kondisi tubuh pun harus tetap diperhatikan sebelum melakukan perjalanan seperti ini, Selalu ingat bahwa tanggal sial tidak ada di kalender.

Sekian dan terima kasih,