AES 13 - Siklus Kesadaran Bumi
Gunawan Muhtar
Wednesday October 29 2025, 5:13 PM
AES 13 - Siklus Kesadaran Bumi

Secara astronomi, seluruh benda langit bergerak lewat gaya gravitasinya masing masing. Tak terkecuali bumi dan tata surya kita. Gerak alam semesta ini, bukanlah gerakan acak, tetapi kombinasi tarikan gravitasi, massa, momentum dan pola energi yang sangat presisi.

Albert Einstein menyebut keteraturan kosmik ini β€œ Cosmic Intelegent / Cosmic Mind"

Pun begitu dengan kesadaran. Secara spiritual, alam semesta adalah kesadaran yang sedang mengekspresikan dirinya menjadi segala sesuatu. Dan gerakan kosmik seluruh benda langit, adalah bagian dari ekspresi, atau pengalaman kesadaran tersebut.

Lewat pergerakan seluruh keberadaan, dari gerak atom sampai gerak galaksi inilah, kesadaran berekspansi, terus meluas kesegala arah. Sebagaimana dikonfirmasi oleh ilmu pengetahuan tentang ekspansi jagat raya.

Kita, kesadaran yang saat ini sedang mengalami pengalaman rasa sebagai manusia, adalah bagian dari ekspansi tersebut.

Kesadaran kolektif dibumi, juga bergerak dan memiliki siklusnya sendiri. Siklus kesadaran kolektif bumi ini, sejalan dengan gerakan siklus presesi sumbu bumi yang terjadi setiap 25.700 tahun sekali. (Para astronom biasanya membulatkan siklus presesi bumi menjadi ~26.000 tahun).

Singkatnya, presesi bumi adalah suatu gerakan berputarnya arah sumbu bumi, mirip gerakan lambat arah sumbu gangsing yang berputar. Presesi diakibatkan oleh gravitasi matahari dan bulan serta bentuk bumi yang tidak bulat sempurna, melainkan sedikit pipih di kedua kutub dan menggembung di ekuator.

Walau di era modern hal ini pertama kali dikemukakan oleh Hipparchus, seorang ilmuwan Yunani pada 130 SM, tapi banyak peradaban di dunia juga memahami ini.

Bangsa Mesir, Babilonia, Sumeria, Suku Maya, Dogon, India (disebut Maha Yuga) memahami siklus presesi bumi lewat peradaban mereka masing masing.

Peradaban Guhr di danau Toba, yang dulunya adalah salah satu supervolcano terbesar dibumi, menyebut siklus presesi bumi ini ZITNA GAIA.

Siklus presesi bumi adalah manifestasi gerak vibrasi kesadaran. Serupa menarik dan menghembuskan nafas yang membentuk suatu siklus kehidupan.

Dalam satu siklus presesi bumi yang memakan waktu ~ 26.000 tahun, kesadaran kolektif dibumi akan mengalami proses penyeimbangan pengalaman rasa, mengalami ekspresi energi feminim dan maskulin secara seimbang lewat mekanisme kenaikan dan penurunan vibrasi kesadaran.

Setengah siklus (~13.000 tahun) adalah proses dimana kesadaran dan peradaban kolektif mengalami vibrasi rendah (materialistik, keterpisahan, dominasi, dll - ekspresi energi maskulin).

Setengah siklus berikutnya (~13.000 tahun) adalah proses dimana kesadaran dan peradaban mengalami vibrasi tinggi (spiritual, ketunggalan/persatuan kolektif, cinta kasih dll – ekspresi energi feminim).

Secara spiritual, penurunan vibrasi kesadaran dibumi sudah dimulai sejak ~13.000 tahun yang lalu, sejak jatuhnya peradaban besar seperti Lemuria dan Atlantis. Kejatuhan ini banyak digambarkan lewat kisah banjir skala global yang hampir ada disemua peradaban.

Pasca kejatuhan ini pula pola energi bumi berubah menuju materialistik atau ekspresi energi maskulin. Di era ini, konsep Tuhan diluar diri diperkenalkan kedalam kesadaran manusia.Β 

Saat ini, siklus presesi bumi telah menyelesaikan setengah putarannya selama ~13.000 tahun, dimana 13.000 tahun yang lalu sumbu bumi menunjuk ke bintang Vega di konstelasi Lyra sebagai bintang utara, dan saat ini bumi sedang menuju setengah putaran berikutnya dimana sumbu bumi sekarang menunjuk kearah bintang Polaris di konstelasi Ursa Minor sebagai bintang utara. 13.000 tahun lagi, sumbu bumi akan kembali menunjuk bintang Vega sebagai bintang utara, begitu terus menerus.

Artinya kita sedang bergerak menuju kenaikan vibrasi kesadaran masif / spiritualitas / ekspresi energi feminim, sampai puncaknya nanti ~13.000 tahun kemudian, dimana kesadaran di bumi akan kembali turun vibrasinya.

Di era ini manusia akan kembali memahami secara perlahan Tuhan yang ada didalam dirinya sendiri.

Ajaran spiritual Hindu menyebut era kita saat ini masa peralihan dari Kali Yuga (Zaman kegelapan) ke Satya Yuga (Zaman Emas). Siklus Yuga sendiri merupkan siklus abadi. Serupa gelap dan terang yang datang silih berganti. Keduanya harus dialami, sebagai bagian dari keseimbangan pengalaman rasa kesadaran dalam mengalami dualitas.

Mugia Rahayu Sagung Dumadi

https://science.nasa.gov/resource/axial-precession-wobble/

Andy Sutioso
@kak-andy   7 months ago
Terima kasih Gunawan. Ini mengelaborasi apa yang coba disampaikan di Taki-taki. Saya sepakat betul semesta punya kesadarannya sendiri. Sejauh ini saya pahami, alam semesta ini hanya dua elemen mendasarnya, enerji dan kesadaran yang termanivestasikan ke segala sesuatu yang hadir saat ini. πŸ™πŸΌπŸ€—
gunawanmch
@gunawan-muhtar   7 months ago
Sepakat @kak-andy
Sebagaimana dikonfirmasi para ilmuwan lewat fisika kuantum, tanpa kesadaran alam semesta tidak eksis
You May Also Like