AES109 28 Hari Penuh Komedi
reginamirdan
Tuesday June 11 2024, 2:19 PM
AES109 28 Hari Penuh Komedi

Hari ini, resmi sudah kami tuntaskan misi penjelajahan Ekspedisi Tana Humba. Tulisan ini ku tulis dalam perjalanan malam, dalam kereta menuju Bandung. Sayang rasanya, bila tidak ku abadikan pengalaman ini dalam sebuah tulisan untuk merangkum perjalanan kami. 

Seperti judulnya, 28 hari kami memang terlalu komedi. Setiap hari selalu ada aja yang ditertawakan, kebanyakan karena kelakukan si ujang yanuar yang sering kami sebut dengan anomali HAHAHA, tapi member lain juga terkadang melakukan celotehan lucu yang mengundang tawa.

Kami memulai perjalanan kami dengan menaiki pesawat dari jakarta menuju Sumba. Tentu saja, kami memilih rute terlama untuk menghemat biaya, sehingga kami harus menunggu 10 jam di bandara Ngurah Rai Bali. Tidur bergantian di kursi tunggu, charge hp di dalam mesin ATM, dan sedikit bercengkrama dengan petugas keamanan bandara. 

Kami sampai di Sumba sekitar jam 10 pagi, dan di jemput oleh kak Yustin (salah satu staff di learning center YNHAN). Karena kurangnya istirahat selama perjalanan, hari itu kami memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu, agar esok hari lebih bugar untuk berkegiatan. Selama 28 hari, kami banyak menghabiskan waktu di LC sambil diselingi pergi ke kampung. Ada 6 Kampung yang kami kunjungi, yakni kampung Kalouwa, Tenateke, Pamula kadamo, Lendongara, Kodi, dan Bondo boghila. Betapa mulianya YNHAN bersama dengan kakak-kakak staff disana, dengan programnya (khususnya membaca) yang bisa benar-benar menyalakan harapan anak-anak di Sumba. Mereka yang dulunya bahkan mungkin tidak bisa membaca, menjadi punya akses terhadap buku bacaan, dengan begitu mereka punya lebih banyak ilmu untuk digali, sehingga masa depan mereka bisa lebih cerah. 

Selama di Sumba, kami selalu membuka kelas jam 07.00 WITA, kami membuka dengan waktu hening dan doa. Lalu, biasanya kami berjalan menuju warung untuk membeli sarapan, roti beta adalah menu yang paling sering kami makan untuk sarapan. Selepas sarapan, pukul 09.00 WITA kami memulai briefing pagi, kami membicarakan terutama tentang permainan apa yang akan dimainkan bersama anak-anak di LC atau di kampung. Setelah itu, kami biasanya mengobrol dengan kakak-kakak LC, pernah sekali kami bermain galasin (gobak sodor) di waktu ini. Lalu di 11.30, kami akan membeli makan siang di kantin dan makan sambil menikmati istirahat yang berharga. Biasanya jam 14.00 WITA, anak-anak mulai berdatangan ke LC. Maka dari itu pukul 13.30 WITA, kami berpindah dari tempat menginap kami (sering kami sebut cabin) menuju ke LC atau menuju ke kampung kalau sedang jadwalnya. 

Biasanya permainan dimulai pukul 15.30 WITA, sehinggal 16.30 semuanya sudah selesai dan bersiap doa. Pukul 17.00 WITA kami langsung menyalakan tungku untuk memasak makan malam. Dalam agenda ini, ada pembagian kerja yang kami rancang dan dinamai oleh yanuar. Orang yang menyalakan api bernama Mang Deng, orang memasak bernama Mang Can, orang yang membersihan cabin bernama Mang Ruj dan orang yang mencuci piring bernama Mang Ucit. Ngakak sudah kalau kalian tahu arti kepanjangan dari masing-masing nama itu. Setelah makan, kami menutup hari dengan evaluasi, lalu membersihkan diri dan pergi tidur. 

Setiap hari, ketika menjalani rutinitas diatas, selalu diselingi dengan helak tawa. Tingkah-tingkah tak terduga dari 5 orang pelancong yang tidak akan muncul bila kami hanya di Bandung saja. 

Tepat di hari ke 24 kami memutuskan untuk moving ke Sumba timur. Kami memutuskan untuk pergi h-1 keberangkatan kapal karena ingin menikmati Sumba timur terlebih dahulu. Perjalanan pulang mungkin akan ku jadikan tulisan terpisah, akan terlalu seru dan terlalu panjang bila ku ceritakan disini. 

Sebagai penutup

Dalam tulisan ini, aku ingin mengapresiasi 4 teman penjelajah ku kali ini, yang telah berbagi tawa juga pembelajaran. 4 teman yang memiliki tanggung jawab yang tinggi, sehingga aku tidak perlu sering mengingatkan. Tidak pernah aku tertawa sebanyak ini dalam satu bulan :D.

Terimakasih pada yanuar yang selalu mengundang tawa dengan tingkah-tingkah yang diluar nalar.

Terimakasih pada Flavi yang selalu bisa diandalkan, terutama dalam kondisi-kondisi kritis. 

Terimakasih pada mikha yang selalu ketat aturan, si penjungjung regulasi dari mulai buang sampah sampai bangun pagi. 

Terimakasih pada ezar yang telah memberikan dinamika yang dinamis untuk perjalanan kali ini.

Terimakasih yorobun atas 28 hari penuh komedinya, semoga perjalanan kita dapat terus menjadi memori baik sehingga pembelajarannya bisa kita ambil dimasa ini juga masa mendatang.