Menjeda untuk Menjadi
Romarta Hutagalung
Sunday June 5 2022, 9:54 PM
Menjeda untuk Menjadi

Proses magang di Smipa ku analogikan seperti menonton video, beberapa bagian video harus ku jeda untuk mengelaborasi lebih dalam maksud dan tujuannya. Selama proses magang seluruh aktivitas di smipa ku maknai lebih dalam, sehingga pertanyaan yang muncul seringkali diawali dengan kenapa. Bertanya membuat ku menyadari bahwa sekarang aku sedang senang menjadi manusia Observer, aku senang mengamati situasi, fenomena, tingkah laku dan karakter di sekitarku khususnya di Smipa. Senang mengamati sebab akibat dari setiap fenomena yang teramati lalu mengambil pelajaran dari padanya. Salah satu bentuk fenomena itu adalah ketika aku merasa semakin diterima siswa K8 pasca aku membawakan materi di kelas. Masih teringat betul, aku membawa materi perubahan sosial budaya saat itu. Dengan berbekal materi yang telah ku diskusikan dengan KJ, aku berusaha mempersiapkan diri untuk menyampaikan materi itu dengan baik. Materi dapat kusampaikan dengan kontekstual baik secara materi (konten) maupun penyampaiannya. Aku menyadari bahwa melalui keterlibatan, orang lain dapat menerima kita terbukti dari interaksi teman-teman K8 dengan ku yang semakin intens setelah aku memfasilitasi di kelas. Aku merasa diterima, perasaan yang dapat membangun rasa percaya diri untuk langkah selanjutnya.

Bicara soal pendidikan holistik cukup kompleks menurutku, salah satu poinnya adalah kontekstual. Sebagai seorang fasilitator baru di Smipa sangat merasakan esensi pembelajaran kontekstual ketika menerapkannya di kelas, pembelajar (siswa) dapat melihat langsung materi yang dijelaskan lebih dekat dengan dirinya. Sehingga mereka merasa bahwa apa yang sedang di gulirkan itu penting dan mereka adalah pemilik(ownership) dari proses pembelajaran tersebut. Setiap bagian dari tangkapan ini dapat dirasakan ketika memberi waktu menjeda, membuat pertanyaan, mengelolanya dipikiran, berdiskusi lalu menemukan jawaban. Yah, walau belum semua ada jawabannya!

Menjeda bagiku bukan hanya tentang berhenti sebentar lebih dari itu adalah tentang mengatur ritme. Menyadari proses pembelajaran di Smipa cukup padat sehingga harus pelan-pelan beradaptasi. Membentuk habit yang baru mulai dari menyesuikan aktivitas sehari-hari, pola makan dan hingga mengelola jam bermain gawai. Menyadari bahwa sebagai fasilitator bukan hanya tentang persiapan materi lebih dari itu fisik yang sehat sangat diperlukan. Semoga bisa konsisten dalam menjalani prosesnya.

Hal yang disyukuri selama di Smipa adalah menemukan lingkungan yang mendukung untuk bertumbuh, contohnya kaka kelas yang selalu ku suguhi banyak pertanyaan namun selalu di respon dengan jawaban yang baik. Teman-teman magang yang ketika ada waktu saling memvalidasi beberapa perasaan, hingga kakak jenjang yang dengan caranya memacu kita untuk melampui zona nyaman. 

Andy Sutioso
@kak-andy   4 years ago
Terima kasih kak untuk catatan refleksinya. 🙏🏼