Sejak dari kecil, saya dikenalkan dengan mainan bernama Lego, mainan balok produksi Denmark, dengan karakter figur lego dengan kepala kuningnya, berbagai jenis balok dengan jutaan kombinasi yang dapat membentuk sebuah objek, bisa sebuah bangunan, kendaraan, benda-benda alam, atau lukisan, dan berbagai bentuk lainnya yang sudah masuk ke kategori benda seni. Saya terus memainkannya sampai SMP kelas 9, ini adalah masa-masa dimana saya masih sangat kurang mengenal atau menggunakan gawai canggih, PC atau laptop canggih, karena hampir terisolasi dari semua media hiburan elektronik, sampai saya mulai naik ke KPB kelas 10, dimana saya menjadi lebih fokus untuk menggambar. Mainan lego yang saya miliki, berbeda dengan mainan lego biasanya, karena saya menyukai unsur militer dan peperangan sejak kecil, maka setiap memainkan lego, diberi tema yang lebih berhubungan dengan militer, sehingga membuat saya terobsesi dengan membangun dan membuat karakter lego yang berlengkapan militer, mengandung unsur kekerasan, membeli miniatur senjata untuk lego bersama aksesorisnya seperti helm, rompi anti peluru, NVG (Night Vision Goggles), jam tangan, dan “holster pistol”, semuanya dapat digunakan sebagai aksesoris lego.
Semua yang diceritakan ada masa lalu, sekarang saya sudah naik ke SMA kelas 2 (K11), saya sudah jarang menyentuh dan memainkan lego seperti jaman SMP dan SD, beralih untuk meningkatkan keahlian menggambar digital dan konvensional. Kedua kegiatan seni ini memerlukan begitu banyak imajinasi dan inspirasi, di awalnya saya mencoba membuat ide gambarnya berdasarkan gambar-gambar konsep dari game digital, contohnya Fallout 4 dan DOOM, ditambah dengan melakukan riset “googling”, di “website”, Deviantart, Pinterest, Furaffinity dan berbagai situs seni lainnya. Sudah ada banyak situs seni, buku sejarah, buku foto, buku komik, gambar digital dan fisik yang sudah saya lihat dan unggah, dijadikan untuk inspirasi, sumber imajinasi untuk menggambar, semua sumber inspirasi mulai terkuras dengan proses menggambar, memakan kapasitas besar tenaga dan usaha, sampai saya sering bingung dengan ide atau inspirasi gambar.
Maka ditemukanlah sebuah inspirasi baru, memanfaatkan mainan masa kecil saya, Lego. Dengan menggunakan figur lego, memakaikannya aksesoris militer atau pakaian tertentu, membantu kembali untuk mengingatkan beberapa ide lama untuk menggambar, beberapanya dari masa SD, meski idenya dari masa kecil saya, dengan memodifikasinya menghasilkan banyak ide dan imajinasi baru untuk menggambar digital, terutamanya saya sekarang sangat memerlukan inspirasi menggambar, contohnya karakter dan kendaraan yang akan dimunculkan dalam halaman komik saya. Memakai mainan sebagai bahan inspirasi dapat membantu menguatkan imajinasi saya, seakan membuat konsep pakaian untuk sebuah karakter fiksi, tersimpan sebagai inspirasi yang berfisik dan tahan lama, berbeda dengan dokumen digital yang dapat terlupakan dan tertumpuk dengan berbagai dokumen lainnya, termakan waktu dalam arsip digital.