Teknologi sudah cukup banyak berubah, Dari bentuk, sistem, penggunaan energi dan fungsinya, banyak keunggulan dapat ditemukan di berbagai jenis teknologi jaman sekarang, tetapi dengan pengorbanan satu bagian, yaitu astetika dan keindahan sebuah objek, kendaraan tahun 50-an, dianggap sebagai generasi dimana kendaraan terlihat indah dan “flamboyant”, naiknya ke beberapa tahun ke depan masuk ke tahun 80 dan 90-an kendaraan menjadi lebih kotak, beberapanya ada mengecil. Contoh perubahan terbesar adalah kendaraan bermotor, mobil, sepeda motor, kereta, pesawat dan kapal, perubahan lainnya adalah di sisi informasi dan komunikasi, dari adanya komputer dan hape genggam. Majunya tahun ke tahun depannya mengubah bentuk-bentuk hape yang sebelumnya memerlukan kabel, menjadi hape tahun 80-an, “brick phone”, sama seperti komputer yang diawalnya besar, menjadi lebih kecil dan “compact”, perubahan terbesar adalah bentuk layar, layar tabung ditinggalkan, tetapi astetika dari bentuk layar ini cukup dikenal kantoran, tetapi mempunyai ciri khas khusus.
Rusaknya astetika desain teknologi di jaman ini dapat dilihat dari bentuk-bentuk bangunan, kendaraan, alat komunikasi dan alat untuk informasi. Pertanyaan terbesarnya, mengapa banyak teknologi tidak digunakan kembali, contohnya kendaraan, menurut saya kendaraan jaman sekarang sudah cepat dan bagus, tetapi kebanyakan warna dan desainnya terlihat jelek dan tidak astetis, tetapi pasti ada jawaban lain seperti aerodinamika dan keputusan desain untuk keselamatan penumpang, kenapa tidak mencoba untuk mengimplentasikan teknologi baru di cangkang, luar terlihat tua, tetapi di dalamnya terlihat baru, canggih, keputusannya hanyalah mengubah sedikit bentuk tanpa merusak astetikanya.
Masa depan yang dari dulu saya impikan, adalah sebuah jaman dimana teknologi terlihat jadul, tetapi fiturnya canggih, mempunyai unsur arsitektur dan desain mengikuti tema “art deco”, banyak dianggap banyak prediksi dan desain bangunan masa depan menurut orang-orang jaman sekarang berbentuk abstrak dan berwarna putih, dengan kombinasi tanaman-tanaman hijau. Efek positifnya adalah lingkungan yang sehat, tetapi secara sisi astetika, semuanya hancur, terlihat hambar dan “lifeless”. Poin terbesarnya adalah, menghargai masa lalu dengan memlestarikan astetika arsitektur dan desain gaya hidup lama, setidaknya mencapai poin ini, sudah bisa disamakan dengan membuat bangga generasi lama yang memprediksi masa depan menurut mereka, meski generasi ini sudah hilang, setidaknya kita dapat melihat kembali masa-masa emas dalam astetika arsitektur dan teknologi masa lalu.