Pada hari Jumat ini, tanggal 22 bulan Oktober tahun 2021 saya melaksanakan kelas SKS, singkatan dari Satuan Kredit Semester, saya mengajarkan kelas 11, kelas saya sendiri diri Gobak Sodor terkait teori dan proses cara membuat sebuah komik. Sesi kelas SKS, sebelumnya bernama kelas semesta, berubah menjadi kelas sks, dikarenakan oleh penggantian posisi pengajar, yang sebelumnya diambil oleh mentor proyek mandiri saya, Kak Sweta, penggantian posisi ini memiliki dampak besar bagi saya sendiri, di awalnya di kelas semesta, saya hanya berperan untuk menjadi seorang moderator, kini di kelas SKS, saya belajar untuk menjadi seorang guru, mengajarkan materi dalam teori dan proses cara membuat komik untuk orang-orang awam yang kurang mengenali dengan informasi ini. Perubahan ini memberikan efek bagi sisi mental saya, saya pernah ikut dalam sesi kelas ini, sampai belajar untuk menjadi seorang guru, mengajarkan materi IPA ke teman-teman saya, kurang lebih prosesnya sama, tetapi hanya ditambah sisi professional dan materi yang disesuaikan dengan proyek mandiri. Untungnya karena materi belajarnya terkait komik, ditambah saya cukup paham dengan materi ini, maka secara sisi materi saya sudah tahu apa yang mau diajarkan.
Sesi mengajar adalah sebuah kegiatan yang mudah dilakukan bagi saya, tetapi mencoba mengajarkan materi dengan unik atau tidak monoton adalah sebuah tantangan besar bagi saya. Seminggu sebelumnya saya diberikan waktu untuk membuat dan mengumpulkan materi belajar yang diperlukan, sempat muncul sebuah delay dalam pengerjaan slide power point untuk kelas SKS, sehingga ppt dikerjakan selama minggu kelas SKS, untungnya kelas SKS saya dilakukan pada hari Kamis, sehingga saya dapat mengerjakannya beberapa hari sebelum hari H, setiap hari saya mengerjakannya secara berpotong-potong, dari membuat slide, yang paling sulit adalah membuat “background slide” yang unik dan menarik, kurang lebih proses ini paling membuat lambar pengerjaan materi belajar kelas SKS komik.
Sampai di hari Rabu, 1 hari sebelum mulai kelas SKS, saya masih bingung dengan latar belakang slidenya, sehingga saya memutuskan untuk menggunakan kembali side yang sudah pernah saya gunakan dalam presentasi WIP dan presentasi pembukaan proyek mandiri komik, kurang lebih perubahan yang dilakukan adalah mengganti warna slide saja. Secara sisi materi, saya mencoba menambahkan beberapa gambar untuk dimasukkan dalam slide, sayangnya saat mengerjakannya sudah mencapai jam 10 malam, saya mencoba secepatnya menggambar beberapa figur dan objek untuk ditampilkan di dalam materi pembelajaran, dengan menambahkan beberapa detail dalam informasi presentasi. Proses pengumpulan informasi untuk slide berawal dengan beberapa sesi tontonan video yang pernah diberikan Kak Sweta, karena semua video yang ditampilakan sudah detail dan jelas, maka dengan cepat saya mencoba menuliskan beberapa poin, sambil memasukannya ke slide presentasi, kadang-kadang saya hanya perlu mendengarkan videonya.
Tepat di hari kelas SKS, hari Kamis tanggal 21 Oktober 2021, sayangnya pada hari ini saya sempat mengalami masalah teknis dalam proses presentasi, aplikasi yang digunakan “Zoom”, mengalami masalah koneksi “sync”, sehingga membuat seluruh aplikasi dan laptop saya “lag”, memperlambat proses kelas SKS sampai dalam 1 termakan dengan sesi masalah teknis. Masalah ini muncul diluar pemikiran saya, sebelumnya saya berpikir kejadian ini mustahil untuk terjadi, sehingga membuat saya panik, mencoba membuka materi kelas SKS, diperlambat oleh aplikasi dan koneksi internet yang lambat. Kelas SKS pada hari Kamis diundur ke hari Jumat jam 08:00-09:00, tepat sebelum kelas SKS Bryan, solusi yang saya terapkan untuk hari itu adalah mengganti aplikasi meeting, menjadi Google Meet. Penggantian aplikasi memperbaiki semua permasalahan ini, maka kelas SKS berjalan lancar tanpa mengalami masalah teknis yang kritis. Dari kelas SKS yang saya lakukan, secara pengalaman sendiri, saya diberikan apresiasi untuk data dan informasi yang detail, sayangnya cara penyampaian yang saya gunakan kurang cocok, sehingga membuat penonton acara kelas ini bingung dan beberapa tidak paham dengan omongan saya selama kelas. Ke depannya saya akan mulai banyak latihan presentasi dengan gaya bahasa atau penerapan yang lebih interaktif dalam kelas sks atau semesta ke depannya, demi meminimalisir jawaban post-test yang tidak efektif.