Bukan berarti berhenti. Bukan berarti selesai. Malahan sebaliknya. Genap tidak pernah berhenti. Genap tidak pernah selesai. Genap saja. Saling menggenapi tepatnya.
Seperti berjalan, kiri kanan kiri kanan kiri kanan. Bergantian saling menggenapi. Kalau berhenti, tidak ada lagi perjalanan. Kalau selesai, tidak ada lagi penggenapan.
Dua kutub, empat sudut pandang, enam pilihan. Hanya bisa satu ruang di satu waktu untuk satu kegenapan. Saling mengisi itu keniscayaan. Yang penting, tidak ketagihan.
Seperti ketagihan mengisi setiap melihat kekosongan. Ini konyol, karena untuk apa mengisi ruang waktu yang kosong!? Bukankah kekosongan sudah penuh mengisi ruang waktu itu!