AES 004 KABUR DENGAN PENUH CINTA
minfadlyrobby
Monday March 10 2025, 11:07 PM
AES 004 KABUR DENGAN PENUH CINTA

photo_2025-03-10_23-01-00.jpg

Source: gambar sendiri

Tagar kabur aja dulu bukan menandakan cinta yang habis untuk negara tetapi pengingat bagi entitas penguasa untuk bekerja lebih keras lagi menciptakan kehidupan di dalam negara ini yang lebih utuh dan bermakna bagi semua. Sehingga cinta tidak melulu beracun tetapi cinta yang setara.

Yang pergi ke luar negeri belum tentu hilang cintanya. Mereka mencintai dari jauh negeri ini. Hatinya tetap terpaut.

Perginya keluar negeri pun rerata merupakan urusan pekerjaan ataupun pendidikan. Yang nantinya juga akan memberikan andil bagi negeri ini. Memberikan pemajuan untuk negeri.

Kita bisa dengar suara orang-orang eksil yang harus terjebak dan tidak pulang dikarenakan keadaan pada iklim perpolitikan yang tidak menentu pasca 1965. Mereka tetap mencintai negeri Indonesia dan masih menanamkan bahwa dirinya adalah Indonesia meski sudah berganti kewarganegaraan. Cinta mereka masih ada untuk negeri ini meski disakiti entitas penguasa pada saat itu.

Cinta juga akan lebih teruji jika berada dari jauh. Bahkan lebih bersyukur ketika cinta itu diuji dari jauh. Kita akan lebih mendalam mencintai negeri ini karena memandang dari jauh. Tidak hilang sama sekali cinta itu meski dari jauh sekalipun. Yang jauh hanyalah raganya bukan hatinya.

Kontribusi tetap bisa dilakukan meski dari jauh karena identitas negara ini masih tersemat. Identita tubuh adalah salah satunya menyadari bahwa tanah lahir kita di Indonesia. Maka ketika berkontribusi misalnya dalam bidang keilmuan, teknik, pendidikan, dan lain sebagainya dengan bekerja sebaiknya identitas kita sebagai warga Indonesia tetap mengikat. Sudah banyak yang bilang bahwa orang kita lebih bekerja keras dalam pekerjaan. Sehingga itulah kekuatan orang Indonesia.

Kabur aja dulu ini bisa saja memakai diksi hijrah. Nabi Muhammad juga berhijrah dari Makkah ke Madinah setelah dizalimi sebagaimanapun. Nabi Muhammad meninggalkan beberapa orang terkasihnya di Makkah untuk mengamankan diri sembari tetap banyak upaya penjegalan. Tetapi hatinya Nabi Muhammad tetaplah terpaut di Makkah karena itu adalah tanah kelahirannya. Ia kembali lagi ke Makkah setelah kekuatannya cukup kuat untuk menghadapi Suku Quraisy yang menolak dakwahnya dia. Dari sini kita bisa kita maknai bahwa berpindah ke tempat jauh lalu setelah kuat baik secara finansial dan akal (internal) yang bisa kita kembangkan di negara ini untuk merubah kehidupan masyarakat di negeri ini setidaknya masyarakat di sekitar kita.

Maka sesungguhnya kabur aja dulu tidak sesederhana bahwa orang yang ingin kabur aja dulu tidak berusaha sebaik mungkin untuk berusaha hidup. Dibalik beratnya hidup yang dijalani orang kita tetaplah berusaha berbuat baik di negeri orang.

Kita bisa lihat gerakan baik di masyarakat kita tetaplah seperti nyala di ruang yang gelap. Saat banjir seperti hari-hari ke belakang misalnya banyak yang membantu kendaraan untuk melewati banjir. Juga kerja bakti membersihkan lumpur banjir. Lebih jauh ke belakang wabah pandemi covid-19 warga kita saling menerangi satu sama lain sementara di entitas penguasa lebih terlihat sedang denial logika soal Covid-19 serta efisiensi anggaran sehingga tidak membantu warga.

Hal konkret lainnya bahkan terjadi di dunia pendidikan. Adanya sekolah alternatif juga merupakan sebuah inisiatif dari warga itu sendiri di tengah sekolah formal lainnya yang masih belum cukup dalam memenuhi cita-cita sekolah yang mengajarkan nilai kemanusiaan yang bermakna.

Pelajaran lainnya dari tagar kabur aja dulu semestinya yang harus tidak boleh kabur adalah entitas-entitas jahat yang super korup merusak tatanan kehidupan masyarakat kita. Mereka harus ditahan dan tidak boleh kabur keluar negeri demi tidak diadili oleh hukum. Karena yang membuat masyarakat kita bertindak demikian ya entitas yang berbuat korup ini. Para entitas ini harus juga bertobat secara massal.

Juga sejatinya manusia punya berbagai skema adaptasi yang mirip dengan pohon. Kita bisa lihat ada pohon yang mudah beradaptasi di jenis lingkungan manapun. Ada juga yang sulit untuk beradaptasi. Maka manusia memang butuh hijrah untuk dapat membuahkan makna yang lebih manis di lingkungan yang Ia tuju. Atau untuk manusia yang punya dia punya daya tahan adaptasi yang kuat di berbagai tempat dia harus membuahkan manfaat yang lebih bermakna dan utuh lagi sebagai manusia.