Entah sejak kapan saya menjadi pengikut sepasang anak muda yang tinggal di Dalton, di bagian utara Massachussetts, Amerika Serikat, daerah yang sangat berdekatan dengan Vermont. Tinggal nyeberang sedikit. Petualangan mereka yang terhitung masih sangat muda bagi saya seru sekali. Mereka merenovasi sendiri rumah di tepi hutan yang sudah lama ditinggalkan dan mengabadikan pengalaman kesehariannya dalam bentuk video yang bisa saya saksikan kapan saja.
Kemarin dalam acara kumpul-kumpul AES Kak Andy dan saya sempat berkata kepada teman-teman yang lain bahwa kami ingin tinggal di desa. Nah cocok sekali dengan Kyle dan Ally kalau tidak salah itu nama mereka. Setiap kali mereka melakukan sesuatu, saya selalu membayangkan diri saya sendiri melakukan itu. Ya tidak seekstrim mereka tentunya. Kyle bahkan punya excavator untuk bekerja di kebun, punya berbagai peralatan yang sangat lengkap. Saya bukan orang yang setrampil itu, tapi terus terang saya juga senang ngoprek tapi yang sederhana saja. Bagi saya, kehidupan mereka begitu sempurna tinggal di tempat yang luar biasa indah walau jika saya pikirkan sungguh-sungguh, saya tidak akan mampu merawat rumah itu sendirian. Halaman depan rumah saya saja yang sudah ditutupi batu kerikil sekarang sudah banyak tumbuh gulma dan tanaman liar yang perlu saya bersihkan. Saya kewalahan karena seolah-olah berlomba. Begitu sisi satu selesai dibersihkan, sisi lain sudah ada lagi yang tumbuh.
Hari ini saya menonton episode dimana Kyle pergi menyepi di sebuah cabin di Maine untuk menikmati musim gugur. Istilah yang dia gunakan adalah foliage hunting, berburu keindahan daun-daun yang berguguran. Tempat ini luar biasa indahnya. Warna oranye, merah, coklat, kuning dan hijau bercampur baur membuat saya begitu terpesona.
Saya memang pernah tinggal di tempat 4 musim selama bertahun-tahun, tapi daerah saya tinggal lebih ke Selatan dan kering tidak selembab Masaccussetts, Vermont atau Maine dan ketiga tempat itu memang jauh lebih ke Utara, sehingga warnanya lebih indah lebih lengkap karena jenis pepohonannya pun lebih beragam daripada di daerah saya yang lebih banyak kuning, coklat dan hanya sedikit yang merah.
Hal yang paling saya kehilangan setelah kembali ke tanah air adalah musim saat ini, musim gugur yang dimulai pada tanggal 22 September hingga 21 Desember. Warna sudah tentu sangat indah, bahkan suara daun-daun kering saja sudah membuat saya begitu terperangah terkagum-kagum. Nah malam ini saya begitu emosional karena ketika menyaksikan tayangan Kyle selama di Maine telah membuat saya begitu merindukan suasana musim gugur yang merupakan musim kesukaan saya. Kalau teman-teman ingin tahu kenapa saya merasa kehilangan, coba saksikan filem pendek ini, hanya sekitar 29 menit, juga tidak perlu sampai selesai karena sejak awal sudah akan dapat mengerti mengapa musim gugur adalah musim favorit saya. Oh ya, sekalian saya juga pamer kahlian yang baru saya pelajari kemarin dari @kak-andy, yaitu meng-embed video dari sumbernya. Hahahaha
Foto credit: fodors.com