Baru- baru ini aku mendengar kabar sedih kalau Jakarta akan tenggelam pada 2030, yaitu kurang lebih 9 tahun lagi. Jakarta dan 122 kota di Jawa bagian utara yang terprediksi akan tenggelam (Jakarta Utara, Semarang, Demak, dan Pekalongan yang diprediksi tenggelam) Sebab, Jakarta merupakan Ibu Kota negara dan memiliki penduduk yang sangat padat.
Hal ini disebabkan pemanasan global yang menyebabkan kenaikan temperature air laut. Hal itu menyebabkan muka air laut relatif mengembang dan memiliki volume banyak. Glester di kutub yang mencair pun menjadi salah satu penyebab temperatur air laut naik, sehingga permukaan laut meninggi. Ada juga faktor pemakaian air tanah, jadi tanah menurun, sedang kan permukaan air lautnya naik, jadi kombinasi ini yang menyebabkan kota tersebut tenggelam. Banyak gedung- gedung yang menggunakan air tanah berlebih, bahkan perumahan pun menggunakan air tanah, tidak melakukan penyaluran air lewat PAM.
NASA juga menyebut bahwa Jakarta memang sering kali terkena banjir dari dulu. Selain banjir, NASA juga menyebut beberapa masalah lain yang menjadi faktor penyebab kerusakan alam di Jakarta, di antaranya tingkat urbanisasi tinggi, kesalahan penggunaan lahan, dan peningkatan populasi.
Presiden Amerika Serikat Joe Biden, berpidato tentang Jakarta tenggelam ini, dan mengajak Amerika untuk mengubah paradigm ekonomi. Pidato ini adalah pesan tersirat untuk kepada seluruh dunia, kalau perubahan iklim ini yang membuat permukaan air laut naik, adalah tantangan bersama. Bukan hanya di salu Negara atau wilayah saja.
Wah... nyambung nih Thania sama Esai kak Andy yang ke 182 :
https://ririungan.semipalar.sch.id/kak-andy/blog/2034/aes182-angke-penanda-kerusakan-lingkungan-di-jakarta-utara