Terlalu pintar. Sehingga merasionalisasi semuanya, sehingga menganalisis segalanya. Dengan beragam cara yang berbeda, apapun juga itu analisis.
Mengupas dan terus mengupas, hingga kupasannya itu pun dikupas juga. Mencabangkan dan mempercabangkan, hingga cabangnya itu bercabang-cabang juga.
Rasionalitas mengupas emosionalitas. Rasionalitas mempercabangkan emosionalitas. Sintesis dibuang, analisis diagungkan. Jelas, tidak akan pernah ada kebersatuan.