AES 196 Pantun & Dyslexia
joefelus
Sunday December 5 2021, 2:22 PM
AES 196 Pantun & Dyslexia

Kemarin saya begitu senang dan tertarik sekali membaca pantunnya kak Ine. Saya selalu kagum pada mereka yang jago berpantun. Buat saya, berpantun merupakan karya yang sangat luar biasa sebab sejak jaman saya SD hingga sekarang, belum pernah berhasil satupun membuat pantun. Padahal kalau dipikir-pikir terlihat mudah sekali karena kuncinya di rhyme di akhir kalimat.

Sudah mungkin ratusan kali saya mencoba membuat pantun, dan belum satupun ada hasilnya, bahkan saya ingat ketika dulu mengerjakan PR bahasa Indonesia sampai menangis karena tidak bisa mengerjakan hahaha... Sekarang saya mulai bertanya-tanya apakah saya memiliki dyslexia? Phonoligical Dyslexia?

Yang saya tahu selama ini adalah kesulitan saya menentukan arah kiri dan kanan. Itu sudah saya sadari selama puluhan tahun dan mudah tersesat karena itu. Katanya ini adalah semacam dyslexia juga. Kalau saya cari referensi di internet, yang saya alami ini namanya left-right disorder atau directional dyslexia. Saya butuh waktu lama untuk menentukan mana kanan dan mana kiri, dan ini akan jadi masalah besar jika sedang mengemudi di jalan atau sedang menjadi navigator.

Soal directional dyslexia ini saya banyak pengalaman yang menarik. Sekarang memang terdengar sangat lucu dan menarik untuk diceritakan atau diingat-ingat kembali, tapi pada saat mengalaminya, ini lebih menjadi sesuatu yang "menyebalkan" daripada menarik hahaha.. Namanya tersesat bagi saya adalah makanan sehari-hari. Berantem dengan pasangan hidup gara-gara salah arah juga sering sekali terjadi. Oleh sebab itu dulu sebelum ada GPS kami kalau pergi berlibur membawa kendaraan selalu membawa print out dari map quest, misalnya. Jadi saya cukup membawa clipboard dan membaca yang tertulis di sana keras-keras. Artinya sebelum berangkat kami harus secara matang merencanakan perjalanan kami secara detail.

Bagaimana saya beradaptasi dengan GPS? saya akhirnya punya trik. Pakai jam tangan, dan jam tangan saya selalu di sebelah kiri. Jadi kalau harus belok kiri saya lirik jam tangan, kalau belok kanan ya ke arah tangan yang mulus tanpa jam hehehe..

Kembali ke Pantun, ya begitulah. Saya membuat satu kalimat lalu kalimat kedua saya kosong, seperti kehilangan arah harus mencari kata dengan bunyi serupa. Otak saya buntu dan tidak tahu harus berbuat apa. Sampai sekarang belum menemukan trik yang bisa saya gunakan untuk membantu. Jadi mungkin memang saya ditakdirkan jadi penikmat pantun, bukan pencipta. Ya saya terima saja kenyataan ini :) hehehe..

Foto: blog.neolms.com

admin
@admin   5 years ago
Istri saya juga kesulitan membedakan kiri dan kanan, Pak Jo. Satu tokoh yang juga begitu: Bang Poltak Hotradero.
joefelus
@joefelus   5 years ago
Iya seru ini. Saya juga selalu kesulitan menghapal angka. Nomor telepon sendiri aja tidak ingat.. tapi soal angka saya punya trik lain, ngebayangin keypad hahahaha.
innocentiaine
@innocentiaine   5 years ago
Haduh tersesat kanan kiri
bukan tak bisa buat pantun kali pak Jo.. mungkin lebih ke bolak balik antara sampiran, isi, dan rima yang bikin bingung.. 😁
You May Also Like