Tadi siang satu peristiwa langka terlaksana, temu online AES. Langkanya kenapa, karena hari ini kumpul kakak2, rekan-rekan orangtua dan teman2 yang sudah (juga yang belum) menulis di Ririungan. Ada Nadine dan Ara, sempat juga hadir Akila - walaupun tidak sampai selesai, juga teman-teman KPB. Ada Joe juga, penulis kawakan di Ririungan - ikutan ngerumpi dari Amerika sana - walaupun waktu di sana sudah mendekati tengah malam. Hadir juga alumni Smipa, ada Krisna dan Rico, yang sudah sempat menulis di Ririungan. Jadi ya, pertemuan ini spesial banget.
2 jam lamanya kita berbagi cerita, dari sekitar 25 orang yang hadir. Banyak juga yang baru ketemu muka - berjumpa 'langsung' - walaupun sudah kenal lebih dulu dari tulisan-tulisan yang ada di Ririungan.
Banyak hal yang dibagikan di sana, manfaat yang didapat, bagaimana mengatasi kendala, mengelola diri dalam menulis setiap hari dan banyak lagi. Ya hari ini spesial karena kita sama-sama merasa bahwa sudah sampai ke titik ini dalam perjalanan panjang Semi Palar terutama dalam membangun budaya literasi yang bisa dirasakan manfaatnya dan dilihat hasilnya secara langsung. Hari ini, hitungan Atomic Essay sudah mencapai angka 1800 lebih - sejak digulirkan di bulan Mei tahun ini. Banyak penulis juga yang merasakan bahwa menulis bersama di Ririungan ini merupakan pencapaian spesial buat mereka pribadi.
Tulisan malam ini pendek saja, saya hanya ingin meluapkan rasa bahagia karena apa yang berhasil kita capai bersama. Sebagai sebuah sekolah yang menempatkan literasi sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran, ini pencapaian besar - walaupun masih ada pe-er untuk menularkannya ke warga Smipa yang lain. Tapi ya proses ini terus berjalan, dan bukan karena paksaan, justru karena kesadaran bahwa menulis (dan membaca) konten-konten yang ada di Ririungan adalah proses belajar dan penemuan diri. Karena ini bukan paksaan, besar harapan ini bisa menjadi sebuah kultur - budaya literasi yang mengakar di seluruh warga Smipa. Salam Literasi, Salam Smipa.