AES83 Refleksi Etika Bintang
SamBin
Monday November 22 2021, 12:21 PM

Masa pembelajaranku di kelas 11 KPB ini sudah terasa lama, waktu berjalan dengan cepat tidak terasa proses pengerjaan proyek mandiriku sudah mencapai tahap-tahap akhir, dari kegiatan lain seperti proyek kertas, pameran proyek mandiri dan kegiatan lainnya seperti mengurus acara Garage Sale. Dalam masa-masa pembelajaran ini saya mengalami berbagai jenis permasalahan dan pengalaman baru, kebanyakannya dialami saat menjalani proyek mandiri, tidak hanya belajar secara teknis proyek mandiri, tetapi secara keahlian berkomunikasi dengan orang lain, ke mentor dan orang lain selama berkegiatan mau online atau offline. Terasa setiap sesi mentoring saya lakukan dengan Kak Sweta terasa mempunyai sebuah kekurangan, entah kenapa di awal-awalnya saya tidak dapat merasakan kekurangan ini, tidak hanya itu saja tetapi saat saya berkomunikasi dengan orang-orang lain, mau pun kakak atau teman sebaya. Saya rasa saya adalah seorang teman yang cukup “ignorant”, saya kurang peduli dengan lingkungan tetapi saya waspada dengan lingkungan saya tetapi, kurang peka dan aktif untuk memberitahukan teman-teman lainnya, seakan hasil pengamatan ini saya simpan sendiri.

Kebiasaan ini dulu masih banyak terjadi semasa di KPB kelas 11, terutamanya di awal-awal semester, kegiatan pergi ke sekolah masih belum ada, kegiatannya masih diterapkan dan dilakukan di rumah masing-masing. Terdapat faktor sampingan, saya kurang berpergian dan bertemu dengan orang-orang lain, “mengobrol” atau “nongkrong bersama”. Jarangnya berpergian, membuat saya kurang melatih keahlian bersosial saya, sehingga saat berpergian, saya lebih sering diam dan mengamati, tidak aktif atau merespon berdasarkan lingkungan, sejak kecil saya lebih sering mengamati daripada berinteraksi, kebiasaan ini memberikan dampak yang cukup negatif bagi saya. Anehnya saat berkegiatan di sekolah, efeknya tidak terasa, kenyataannya sudah terjadi, tetapi saya kurang peka dan sadar diri.

Kejadian-kejadian ini baru-baru saja saya sadari setelah melakukan koordinasi pagi hari Senin tanggal 22 bulan November tahun 2021. Kebetulan bahasannya adalah etika, berawal dari diskusi etika saat berkomunikasi online, atau saat menggunakan sebuah alat di sekolah, contoh kasusnya adalah saat saya meminjam printer atau menggunakan alat-alat di sekolah, kebiasaan buruknya adalah tidak mengembalikan alat-alat tersebut ke posisi semula. Ini adalah sebuah etika yang buruk, semua kejadian ini tidak terasakan oleh saya, karena tidak peka dengan lingkungan sama sekali, sehingga detail-detail besar saja dapat terlupakan oleh pikiran saya, dari apa yang saya dapatkan etika bukanlah sebuah kebiasaan dalam mengembalikan barang saja, tetapi bercabang dalam topik-topik lain, dari penggunaan pakaian, cara berbicara, dan postur, tetapi utamanya sebuah sikap yang dianggap menghormati satu sama lain orang.

Selama ini, etika masih kurang berjalan dengan baik, tidak hanya saya saja, tetapi seluruh anggota kelas 11 Gobak Sodor, etika ini terlupakan entah karena lupa atau alasan tertentu. Dulu saat awal-awal mengerjakan proyek mandiri, terutamanya saat mau melakukan sesi asistensi proyek mandiri, saya tidak lupa dengan kebiasaan tertentu, melampirkan progress, sebuah tanggapan ke kakak untuk pembukti penuntasan masalah atau pertanyaan yang dibahas di sesi tersebut. Terasa saat-saat ini saya masih ingat dengan etika, masuknya saya di pengerjaan halaman komik, saya mulai melupakan etika, kalau dari perspektif saya sendiri, etika ini terlupakan karena menumpuknya tugas dan bingungnya prioritas yang perlu saya lakukan selama kegiatan. Biasanya saya mengerjakan tugasnya masing-masing secara satu persatu dengan penanganan yang lebih personal dan detail, karena ada masalah tersebut, penanganannya menjadi lebih rata tetapi kasar. Menghilangkan kesadaran diri saya terkait etika atau poin-poin sosial lainnya, tetapi untuk langkah ke depannya, saya akan mencoba untuk menggunakan “multi-tasking” dalam konteks tugas yang tepat, terutamanya yang tidak berhubungan dengan interaksi sosial, karena menurut saya interaksi sosial harus ditangan secara personal dan detail, karena berbeda dengan menggambar komik, sudah “staged”, sedangkan sosial itu tidak terprediksi, kadang kita tak sadari dalam kehidupan sehari-hari.