CAPR-B1, singkatan dari nama Combat Adaptive Pulse Rifle, sebuah senapan elektrik yang digunakan oleh Corvelas, menggunakan dan memanipulasi energi seakan sebuah peluru, meluncurkannya dengan kecepatan cahaya, tidak dapat terlihat untuk mata manusia sendiri. Di bagian pertama sudah dijelaskan semua fitur dari senapan ini, kini memasuki ke efek dan kegunaan senapan ini di medan perang, senapan ini menggunakan tegangan listrik yang besar, memadatkannya ke sebuah energi dan meluncurkannya dengan panas yang tinggi, hingga bekas tembakan ini biasanya terlihat seakan sebuah luka atau bekas bakar, karena suhu yang sangat panas, biasanya benda-benda seperti besi, baja dan jenis logam lainnya cair, membekas sebuah lelehan berwarna merah, karena itu senapan ini seringkali digunakan untuk menembak kendaraan berbadan baja, seperti tank, mobil baja dan kadang-kadang sebuah kapal baja. Setiap kali ditembakan, di ujung senapan ini mengeluarkan cahaya berwarna oranye kekuningan, sebuah campuran suhu yang panas dan listrik, bentuk cahayanya menyerupai sebuah ledakan senjata api biasa, senjata ini mempunyai kapasitas tinggi dan sistem pendingin yang canggih, dikarenakan bahan 45% alloy argenium yang digunakan, senapan ini tidak dapat leleh saat digunakan secara “fully automatic”, seperti yang sudah disebut, kapasitasnya berjumlah tinggi, mencapai dari 200-500 tembakan, ini adalah kapasitas biasa yang dimiliki senapan ringan, berbeda dengan HMG dan LMG, mempunyai kapasitas besar dan bahan yang cukup berbeda, menggunakan logam alloy Argenium dengan kandungan 60%, berkapasitas kisaran 2500-5000 tembakan.
Senjata ini terbukti canggih dan mematikan, tetapi mempunyai fungsi lain diluar peperangan, karena senjata ini menembak menggunakan listrik, maka bisa digunakan untuk sebuah baterai, biasanya untuk “menjumpstart” sebuah kendaraan bertenaga listrik. Fitur ini hanya dapat digunakan jika ujung senjata diganti dengan sebuah adaptor khusus, sehingga dapat disambungkan ke sebuah “energy port”.