AES 1326 Membumi
joefelus
Tuesday February 11 2025, 9:02 AM
AES 1326 Membumi

Untuk pertama kalinya sejak saya pindah ke Bandung ikut beramai-ramai berdesak-desakkan di jalan raya pada rush hour mendekati jam kantor. Bisanya saya menghindari jam-jam ini karena enggan berurusan dengan keruwetan lalu lintas. Tapi karena sudah berjanji akan main ke Smipa dan mau nulis bareng, saya meniatkan diri sejak jauh-jauh hari. Secara mental saya siap! Hahaha..

Ternyata tidak separah yang saya bayangkan, mungkin karena naik motor, jadi justru saya lebih dapat menikmati, bahkan bisa merenung selama perjalanan akan menulis apa. Beda dengan berkendaraan roda empat, saya harus lebih berkonsentrasi dengan lalu lintas dibandingkan dengan sepeda motor.

Eniwei, sudah duduk manis di Smipa, rencana menulis saya buyar karena ide-ide yang saya renungkan selama mengendarai motor tidak berkembang. Pikiran memang sering begitu, niat menggebu-gebu tapi konsentrasi tidak dapat mengerucut.

Ingat obrolan dengan kak @leoamurist kemarin, seringkali berbagai proyek dan niat saya dapat tereksekusi dengan baik ketika saya sedang santai, tidak banyak pikiran. Yang saya alami sekarang adalah masih melayang-layang tanpa tujuan yang jelas karena merasa akarnya tercabut. Kak Leo bilang, sepertinya bukan tercabut tapi sebetulnya mulai tumbuh yang baru, dari awal lagi.

Untuk bisa mulai tumbuh yang baru, saya harus membumi, berpijak di tanah. Dan saya tidak akan dapat melakukan itu jika tidak menjadi bagian dari semesta. Jika ingin berkembang tentunya harus mau menjadi bagian dari sesuatu yang besar. Bagian dari the grand plan!

Saya sungguh senang berada kembali di komunitas Smipa. Satu elemen yang paling penting dalam sebuah komunitas adalah setiap anggotanya saling berbagi rasa memiliki, ada koneksi antar setiap anggota yang biasanya tumbuh subur karena saling berbagi nilai-nilai, tujuan dan komunikasi yang efektif. Ikatan perasaan yang kuat dalam sebuah komunitas merupakan perasaan dimana seseorang, yaitu anggotanya, merasa merupakan bagian dari sesuatu yang besar daripada hanya diri sendiri, dan tentunya didukung oleh anggota-anggota yang lain.

Nah ini mungkin salah satu contoh dari "membumi". Berpijak pada hal-hal yang esensial dimana saya merasa menjadi seorang individu yang terikat secara komunal dengan sekeliling saya.

Seperti misalnya naik sepeda motor bersama ribuan orang lainnya. Selama ini saya menjauh dari itu semua karena saya tidak mau terlibat dalam suatu skema kesemrawutan. Nah karena manjaga jarak itu justru membuat saya berada di tempat seolah-olah hanya sebagai pengamat dan tidak pernah menjadi bagian dari komunitas yang besar, dalam hal ini sebagai warga kota Bandung. Bagaimana bisa benar-benar menjadi warga Bandung jika saya memisahkan diri dan tidak pernah mengambil bagian dan tidak terlibat secara komunal?

Berjarak identik dengan meng-exclude diriĀ  dengan kenyataan yang sedang berlangsung. Seperi air di sungai, saya tidak akan pernah bisa ikut mengalir jika tidak terjun ke air.

Foto credit: steemit.com

You May Also Like