AES019 Minyak Panas
jovanna
Friday November 15 2024, 10:54 AM
AES019 Minyak Panas

adikku tersiram minyak panas, sebenarnya bukan tersiram hanya terkena percikan minyak panas namun mengenai beberapa anggota tubuhnya. awalnya aku tak mengira akan terjadi seperti ini. Adikku memang cukup suka untuk mencoba hal baru yang belum pernah dia coba sebelumnya. dia suka sekali mengubek ubek ubek dapur, entah apa yang dia lakukan tapi ada saja yang dia masak. bagiku itu semua tidak enak, aku tidak suka masakannya, rasanya semua aneh, tapi dia selalu bilang bahwa masakannya itu enak, ewh. orang tuaku memang jarang di rumah kala siang, maka dari itu aku yang harus menjaga kedua adikku di rumah. ketika aku sedang memainkan ponselku di kamar, si bungsu sedang menonton TV, adikku yang tengah memutuskan untuk memasak di dapur. dia bilang dia ingin membuat cheese stick, namun tiba tiba aku mendengar ada suara ledakan dari dapur dan dia berteriak memanggil si bungsu, “DENNA!!” si bungsu tidak membalas apapun, aku sontak melompat dari kasurku dan berlari ke arah dapur. dapur sudah penuh dengan asap, dan ledakan masih berlanjut beberapa kali saat aku datang. cheese sticknya meledak…. aku tak tau mengapa itu bisa terjadi, yang ku khawatirkan hanyalah adikku, dahinya terkena minyak panas di 4 titik, tangannya terkena di 3 titik kalau tidak salah. semua luka di tangannya menggembung berisi air, namun yang di dahinya berubah menjadi merah karena digosok. ada ada saja drama si anak tengah ini, dia tidak bisa mengeluarkan tangannya dari air karena jika dia keluarkan itu akan terasa begitu perih dan panas, aku kasihan melihatnya, tentu saja, aku sebagai akka harusnya melindunginya. dia tak henti hentinya menangis sampai malam, aku sudah memberitahunya bahwa aku harus mengoleskan obat ke lukanya dan tidak boleh terkena air, tapi ketika aku sudah mengoleskan obatnya dia bilang dia tidak tahan dan memasukannya lagi ke dalam air. sepertinya memang sakitnya sudah tak karuan, aku sudah ingin menawarkannya untuk  ke rumah sakit tapi dia tidak mau ya sudahlah. ketika papi datang, papi bilang bahwa tangannya tidak boleh masuk did alam air lagi, dia mau tak mau harus nurut apa kata papi, saat dia sudah menahan cukup lama tak merendam tangannya di air es, dia menangis lebih kencang dan memintaku untuk mengipas ngipas tangannya sambil marah marah, aku kasihan akhirnya aku mengipas ngipas tangannya tapi sambil menertawakannya, karena dia yang selalu teriak dan membulatkan matanya ketika aku sedetik tidak mengipasinya. kejadiannya begitu lucu, tapi di balik itu sebelum aku mengobatinya, aku harus membersihkan dapur yang sudah banjir dengan minyak yang sampai di tembok sampai ke pintu dapur. kejadiannya begitu kacau sampai sampai dapur sudah penuh dengan minyak dan cheese stick dimana mana. 

aku sebagai anak pertama, aku yang harus bertanggung jawab akan apa yang sudah adikku lakukan, walaupun itu bukan salahku tetapi tetap saja itu salahku. karena apa? karena aku kakaknya. rasanya kesal ketika aku harus membersihkan dapur sendirian, mengepelnya menggunakan kanebo sembari jalan jongkok, pegal rasanya. namun lebih sakit rasa adikku yang terkena minyak sampai dia menangis tak karuan. pikiranku sudah liar, aku tahu bahwa nanti jika mami dan papi pulang mereka akan mengamuk padaku karena aku tidak menjaga adikku. tapi ya sudahlah  itu sudah konsekuensi. namun nyatanya ketika mami dan papi pulang mereka tak memarahiku, mereka malah tertawa akan apa yang terjadi pada adikku terutama papi dia sampai meledek ledek adikku “sok masak lagi sana, sekarang mau masak apa hahaha” kurang lebih seperti itu, mami yang sibuk memukuli papi rena terus mengejek ngejek adikku, mami begitu khawatir dan menawarkan adiku untuk dibawa ke rumah sakit namun adikku takut karena lagi lagi papi bilang “awas nanti di suntik terus di infus terus di pecahin itu” adikku semakin takut dan menangis semakin kencang. aku dan si bungsu sudah sakit perut tertawa karena perdebatan mereka yang tak kunjung selesai.

namun dari kejadian itu kita bisa membagi kehangatan di dalam rumah walaupun dari kejadian yang sebenarnya tidak mengenakan.

You May Also Like