Dari semua orang di sub-divisi ke-9, Marie paling dekat dengan 3 orang, Marcel, Strauss dan Edward. Dua teman terbaru Marie cukup akrab dengannya, Strauss dan Edward, sudah diceritakan sebelumnya Strauss adalah orang campuran Jerman dan Inggris, Strauss adalah seorang “frontline infantry”, prajurit terdepan, ia ahli dalam menggunakan senjata api jarak dekat seperti SMG (Submachine Gun) dan “Shotgun”, tingkahnya dalam situasi perang ia bisa dibilang paling peka dengan situasinya, dan dapat bertingkah dengan cepat dan efektif, mendapatkan julukan “Eveready”. Interaksi Marie dengan Strauss biasanya berawal dengan bahasan seperti aktifitas seharian, politik, hobi dan personalita masing-masing, tetapi Strauss lebih suka membahas terkait hobinya dalam senjata api.
Edward orang Inggris yang terpaksa pindah karena kedatangan Corvelas, ia awalnya hanyalah seorang remaja yang baru masuk ke salah satu universitas di Inggris. Edward adalah salah satu orang Inggris yang ada di sub-divisi ke-9, karena itu Edward sering mengajak Marie untuk bernostalgia bersamanya, menceritakan tempat tinggalnya, dan Inggris secara keutuhannya, bernostalgia bukanlah bahasan yang sering Edward bicarakan bersama, tetapi kuliner dan etiket moral. Edward adalah seorang bangsawan yang secara tidak langsung dibuang dan hilang dari keluarga bangsawannya, dikatakan keluarganya hilang atau ditangkap semenjak kedatangan Corvelas. Di medan peperangan Edward biasanya yang paling dikenal dengan cara bicaranya yang arogan dan berkelas, ditambah dia adalah kapten seluruh divisi ke-9, karena keahlian kempimpinan dan caranya ia mengatur seluruh sub-divisinya.
Keempat kawan ini menjadi cukup akrab, dari awal mereka bertemu sampai keempatnya lulus sesi pelatihan untuk menjadi seorang prajurit. Tapi untuk sekarang keempatnya masih berada di bulan pertama pelatihan militer, mereka masih dalam fase pelatihan untuk penggunaan senjata api, pelatihan ini akan menjadi kegiatan rutinitas, saat ini akan menjadi pengalaman mereka pertama kali menggunakan senjata api. Lokasi pelatihan berada di sebuah lapangan berpasir, di depannya tertatakan puluhan target untuk latihan menembak, beberapanya berbahan besi, dan sisanya dari karton, untuk senjata yang digunakan adalah sebuah senapan api laras panjang, Falker-MR-51 (Falker Marksman Rifle-type 51).