AES108The Pain Of Marie Colette Pt.7
SamBin
Monday January 31 2022, 2:07 PM

Masa-masa pelatihan Marie sudah mendekati masa akhir, 2 minggu ke depannya Marie akan mengikuti acara pelususan, sebuah acara selebrasi dimana anggota keluarga dan pihak militer atasan akan menonton sebuah acara pelepasan, diikuti dengan sebuah “marching band”. Nasib buruk bagi sub-divisi ke-9, Marie tidak mendapatkan kesempatan ini, baru-baru 2 hari ke depannya, seluruh divisi di pangkalan tempat pelatihan Marie mendapat panggilan untuk langsung diterbangkan ke medan perang. Ini adalah pengalaman yang cukup menegangkan, menyenangkan dan menakutkan bagi banyak orang, setiap prajurit yang belum pernah melihat perang memandangnya secara berbeda, sama seperti Marie, ia merasa ketakutan, Marie kehilangan waktu untuk menikmati masa sekolah dan masa remaja. Dari divisi ke 3, 4, sampai 11 dikirim untuk mengikuti medan perang, beberapanya adalah pasukan cadangan, beberapanya veteran perang yang dipanggil, dan sisanya prajurit yang baru lulus “basic training”.

Pengalaman pertama Marie akan berawal di sebuah kota dekat Cekoslovakia, musuh yang dilawan adalah kumpulan pasukan “front-line” Corvelas, kelas rendah pasukan Corvelas, dianggap rendah, dari persenjataan yang digunakan kebanyakan pasukan di kebanyakan divisi meremehkannya. Marie bersama Marcel, Edward dan Strauss dikirim ke sebuah pangkalan militer tua, dikendalikan oleh “Westland Rangers”, cabang militer yang sebelumnya sudah dikirim untuk menangani situasi ini, kondisi pangkalannya cukup bobrok, banyak kendaraan militer dari BTR-80 yang berkarat, puluhan barisan kendaraan tank T-55 yang tua, beberapanya terlihat operasional, sisanya dikerumuni oleh teknisi mesin. Setelah sub divisi ke-9, 3 dan 11 landas, musuh langsung menyerang markas tersebut, orang-orang mulai panik, saat ini ada 4 pesawat Il-76 yang landas, pesawat bercat “tan”, berhiasan dengan emblem bendera negara dan emblem “Southland Rangers”, emblem ini hilang seketika, dibangga-banggakan oleh prajurit “Southland Rangers”, dengan begitu cepatnya pesawat kedua hancur dan meledak karena terkena mortar musuh, sisanya berhasil melandas, hanya terhiasi dengan lubang peluru sebesar pulpen.

You May Also Like