AES114 Somewhat Ol’ Memories (Essay Buku KPB)  
SamBin
Wednesday February 9 2022, 12:44 PM

Masa pembelajaran saya di KPB ini cukup panjang, dari tahun 2020 saya masuk ke KPB, tepat lulusnya dari jenjang SMP kelas 9, kegiatan saya di K10 bisa dibilang cukup lama dan tua, banyak beberapa informasi yang terlupakan dan tidak teringatkan oleh saya, kebanyakan memori saya di K10 tidak terlalu kuat, serasa tidak ada highlight dari semua kegiatan di tahun tersebut. Bagi saya momen paling berkesan selama di KPB adalah saat di K11 semester 1, tepat pada awal-awal tahun 2021, saya menemukan begitu banyak momen paling berkesan pada masa pembelajaran tahun 2021. Awal-awal masuk ke jenjang K11 di semester satu bermulai dengan beberapa kegiatan orientasi singkat, pertama kalinya saya berkenalan dengan anggota K10 yang baru, masa orientasi k11 berjalan selama 1 minggu, kegiatannya hanya berisi dengan perkenalan dan kelas-kelas semesta terkait penjelasan rutinitas dan topik-topik yang akan dibahas untuk kelanjutan KPB.

Minggu orientasi sudah lewat, kegiatan proyek yang dimulai oleh kelas 11 masih sama, proyek kertas, sisanya memikirkan kegiatan-kegiatan baru untuk dilakukan, di awalnya saya mengira akan kegiatan-kegiatan proyek yang berkelompok, tetapi saat dilihat kembali, di kelas 11 sudah memasuki masa proyek mandiri, seluruh anggota k11 tepatnya Gobak Sodor diberikan dan diperbolehkan waktunya untuk membuat sebuah produk atau karya tertentu yang berhubungan dengan minat, keahlian dari dirinya sendiri. Saat ini saya sudah tahu apa yang akan dibuat, membuat sebuah komik digital, kebetulannya juga beberapa bulan lalu saya sudah melatih keahlian saya untuk membuat gambar digital secara berturut-turut.

Proyek mandiri dikerjakan dari bulan Juli, memulai dari melakukan brainstorming, saya mencoba menumpahkan ide dan asumsi saya untuk digunakan sebagai landasan proyek mandiri komik ini, seperti yang dibilang sebelumnya, saya sudah tahu akan membuat apa, membuat sebuah komik digital, tetapi secara nama dan isi ceritanya masih kurang jelas, masih terlalu kasar, demikian saat masuk ke proses pembuatan proposal proyek mandiri, mulai terpikirkan ide-ide yang dapat digunakan di proyek mandiri ini, dari cerita dan ide komiknya sendiri. Mengawali proses ini saya sempat mencari mentor untuk proyek ini, saya masih kurang paham cara untuk membuat sebuah komik, panduan saya sebelumnya bermulai dari data riset di internet saja, mencari mentor proyek berjalan cukup cepat dan padat, untungnya saya kenal salah satu guru kelas saya di SMP, Kak Bani suaminya adalah seorang illustrator komik yang cukup berpengalaman dan terkenal di Indonesia, yaitu Kak Sweta Kartika.

Dengan adanya seorang mentor, saya bisa memulai jalannya proses pembuatan komik, prosesnya cukup panjang dan naik-turun, banyak momen-momen baik dan buruk. Membuat proposal dan menuliskan ide-ide yang akan digunakan untuk proyek mandiri bukanlah sebuah tantangan yang sulit bagi saya, saya sempat meremehkan proses pembuatan komik, utamanya dalam menggambar perhalamannya, mengira bisa tuntas dengan cepat, kenyataanya memakan waktu hampir seharian untuk menggambar 1 halaman komik. Jumlah halaman komik yang saya plih adalah 30 halaman, demikian setelah mengenal kesulitan dan timeline untuk proyek ini, halaman komiknya mengurang menjadi 15, ditambah dengan alasan karena saya adalah seorang pemula dalam membuat komik. Proses pembuatan halaman berawal dari bulan September, berakhir pada bulan November, selama prosesnya saya mengalami banyak tantangan, salah satunya menghambat proses dan konsistensi saya untuk membuat halaman-halaman komiknya, alasan masalahnya adalah, distraksi dan manajemen waktu yang tidak teratur, distraksi adalah masalah paling berdampak buruk bagi saya, membuat kehilangan waktu untuk membuat halaman komiknya dengan efektif, ditambahkannya dengan hilang waktu bebas untuk membuat gambar selain komik.

Mengatasi distraksi adalah tugas yang cukup sulit bagi saya, utamanya karena saya sering melakukan kegiatan yang tidak sesuai konteks tugas, contohnya adalah menggunakan gawai pada waktu membuat komik, sehingga ada beberapa hari dimana saya hanya bisa melanjutkan komiknya dalam waktu-waktu yang cukup singkat. Masuk pada bulan November, memasuki masa-masa pameran dan penutupan proyek mandiri, saya masih berusaha menuntaskan 5 halaman final untuk komiknya, demikian saat pameran hanya ada 10 halaman yang ditampilkan, tidak diwarnai dan masih cukup berantakan secara standar professionalnya. Sejak itu saya mulai mencoba merubah kebiasaan buruk saya, menghilangkan sifat yang mudah terdistraksi, dimulai masuk tahun 2022, saya mencoba untuk lebih efesien dan konsisten saat menggambar, kini pada tahun 2022 saya sudah cukup konsisten dalam membuat gambar digital atau konvensional dalam konteks sekolah mau pun waktu bebas.

(Essay ini dibuat untuk bahan materi buku KPB)