Saya jadi teringat, kalau perjalanan panjang itu diawali oleh langkah kecil. Dan kini entah aku berada di sebelah mana? Perjalananku tidak ada tujuan sama sekali......
Semalam aku melihat layar laptop membentuk gambar empat dimensi, tangan kiriku kesemutan dan tangan kananku mengenggam tetikus yang hampir mampus. Helo? Apa kabar tuan yang berdiri disana? masih adakah engkau? menunggu dengan sabarnya mimpi-mimpi yang kurang lelapku, cepatlah pergi!, dinding-dinding itu tidak akan menyapamu, ataupun aku yang kini telah terpaku diatas kasur, dan sorot mataku terkunci.
Apa kabar Shakespeare? apakah engkau masih memakai sepatu moncong berwarna hijau itu? dan nampaknya menjadi sutradara itu tidak mudah yah. Kenapa tidak mencoba comedie de la arte saja? atau kau lupa hidupku pun bisa dijadikan lakon mu, namun kini kau telah mati dengan sejuta kisah tragis romansa yang tidak ada beresnya. Ahhhh ampunnn...aku ingin menjadi seorang aktor bernyanyi diatas panggung, berdialog dengan artikulasi yang paling jelas dan volume suara yang menggema hingga terdengar ke hati nurani. Aku tidak menyangka inginku ini adalah sebuah bentuk ego yang harus aku beri makan, atau inikah impian?.
Nyatanya tidak ada yang mendengar suara dialogmu, satu-satunya yang mendengar hanyalah isi hatimu. Kau tampil memang untuk dilihat, dan kau tampil memang untuk dilihat oleh dirimu sendiri bukan?. Ah sudahlah, tidak jelas sekali, entah ini monolog, dialog atau fiksi mini.
Hey kini aku melantur tentang kebudayaan disaat aku menunggu adzan buka puasa! sungguh dramatis, walau bagiku sendiri, dan ibu sedang memasak hidangan di bawah, tiba-tiba datang kurir membawa beras 10 kilogram-menyebut namaku. Aku tidak ingat pernah order itu. Ini tulisan tentang aku menulis di sore hari, masih nyambung dengan judul.Walau tiap paragraf bisa saja menjadi fragmen-fragmen yang tidak ada kaitannya sama sekali. Terserah....AH aku ingin makan barbel berbentuk baso disaat buka, dan membaca buku selama 30 ribu jam hingga seketika aku melupakan tentang hari ini dan esok. Selamat jalan Tuan Tambourine Man. Aku akan pergi dengan kuda perak yang sudah menanti di depan gang, aku akan berkumpul di asia afrika membicarakan novel Fitzgerald. SUDAH JAM 17.15 SAMPAI JUMPA BESOK DIRIKU.
Manuscirpt 05