AES138 Tulisan Lain-Lain KPB Pt.4
SamBin
Thursday March 17 2022, 2:59 PM

Menulis Fiksi Non-Stop

Sejak mulai adanya “atomic essay”, saya diminta dan diwajibkan untuk menulis esai, setidaknya memiliki minimum 250 kata dari hari Senin sampai Jumat, karena durasi kegiatannya yang cukup panjang, dari tahun 2021 sampai tahun 2022 ini, dimana saya masih mempunyai ide untuk ditulis, berbeda dengan temanku lainnya, kebingungan dengan topiknya. Menulis “atomic essay” tidaklah sulit, apalagi saat mencari ide topik pembahasan, dari awalnya sempat diberitahu bahwa blog ini dapat menerima semua jenis tulisan, mau secara topik filosofis, fiksi, non-fiksi, berita, panduan, atau sebuah esai ilmiah. Bagi saya sendiri, “atomic essay” adalah waktu dan kesempatan bagi saya untuk membuat sebuah cerita, sebuah cerita bebas yang fiksional, saya seringkali mengumpulkan banyak cerita dari imajinasi dan mimpi saya tiap harinya, kadangkala ada mimpi yang aneh atau bagus, dilanjut saya punya banyak ide untuk tulisan cerita fiksi, menggunakan karakter-karakter fiksional yang saya gambar dan buat, contohnya seperti “Sal Maybrough”.

Saya suka memvisualisasikan cerita yang saya tulis di “atomic essay”, sambil menggunakan karakter yang saya gambar, memikirikan visual cerita biasanya membantu saya menuliskan ceritanya, tanpa imajinasi ini, kemungkinan saat ini dokumentasi “atomic essay” milik saya bolong-bolong. Kebanyakan esai yang dibuat adalah cerita sambungan, beberapanya menggunakan ilustrasi saya, mau ilustrasi manual atau pun ilustrasi digital, sekali memasukan ilustrasi ini saya harus meluangkan waktu yang cukup panjang, alhasil kebanyakan esai yang dibuat tidak mempunyai gambar apa pun. Saya memilih keputusan ini sendiri, sebenarnya saya bisa memasukan gambar apa pun di esai tersebut, bisa menggunakan gambar yang mempunyai kesamaan dengan topik cerita atau adegan ceritanya, menurut saya sendiri jarang sekali ada gambar yang bagus untuk dimasukkan, sayangnya juga saya belum bisa menggambarkan secara digital, dikarenakan pada awal-awal menulis esainya saya tidak mempunyai keahlian mewarnai atau membuat karakter yang pas, demikian keputusan saya berakhir untuk menulis esai berdasarkan ilustrasi yang sudah saya buat, demikian meminimalisir adanya usaha lebih dan waktu yang digunakan, karena ilustrasi digital memakan waktu yang lama.

Menulis, tanpa aktivitas ini saya tidak dapat menuangkan semua ide atau imajinasi saya terkait karakter-karakter yang mau saya gambar, atau mau dijadikan sebuah komik atau sebuah ilustrasi besar. Menuangkan imajinasi membantu saya untuk menjadi seorang illustrator yang lebih kreatif dan inspiratif, membuka banyak jalan dalam proses pembuatan gambar, terutamanya kategori dan variasi gambar yang dibuat selama ini. Untuk saat ini, terdapat beberapa karakter baru, beberapanya diciptakan menggunakan metode tersebut, seperti Marie Colette, Priviina Zelevki dan beberapa karakter fiksional lainnya, seperti “9th Sub Division Southland Rangers”, semua yang saya sebut di atas ini digunakan untuk membuat sebuah serian cerita, saat ini sudah mencapai jumlah “chapter” yang cukup banyak, dari “chapter” ke-1, bersambung ke “chapter ke-20, 20 tulisan esai ini menceritakan kisah petualangan awal untuk Marie Colette, kemudian dilanjut dengan cerita fiksi terkait Priviina Zelevki dari “chapter” ke-3, lebih terfokuskan untuk mendalami kisah Priviina di masa kini dan perspektif karakternya.

Untuk saat ini, tulisan saya terdiri dari mayoritas esai tulisan cerita fiksional yang menggunakan karakter saya sendiri, dari Corvelas, Sal Maybrough, Marie Colette dan Priviina Zelevki, sisanya tulisan untuk esai yang bertema dengan seni dan “update” progress peningkatan kualitas gambar yang dibuat. Saya punya beberapa “plan” untuk ke-depannya, ide untuk menggambarkan setiap adegan atau membuat satu gambar yang dapat menceritakan tulisan fiksi yang dibuat, intinya untuk menyimpulkan kisah fiksi tersebut. Rencana lainnya, menuliskan kembali lanjutan cerita Priviina Zelevki, dan karakter Sal Maybrough, karakter kedua ini akan lebih terfokuskan untuk dijadikan tokoh utama lanjutan ceritanya, isinya lebih terpadatkan ke perspektif karakternya, rutinitas hidup, dan kegiatannya bersama karakter lain, contohnya “Samuel Tarkenton” dan Jack Stenise, yaitu pasangan kekasih Sal Maybrough.

-Ditulis oleh: Samuel Bintang

*iklan*

Halo Warga Smipa, apa kabar!  Dalam rangka menggalang dana untuk live in Kelompok Gobak Sodor ke Gambung, kami menjual produk baru nih...Yaitu kalender dan notes! Terbuat dari kertas daur ulang yang ramah lingkungan, serta hadir dengan desain yang menarik. Produk ini EXCLUSIVE ya, karena dibuat sendiri oleh kami makannya untuk pembelian harus pre-order...  Bila tertarik untuk pre-order, bisa mengontak admin 081931390418 (Thania), atau kunjungi Instagram kami @sageproject , dan bisa juga kunjungi Warung Smipa...

@sageproject_=

https://www.instagram.com/sageproject_/?hl=en

Warung Smipa=

https://warungsmipa.id/store/sage-project/

You May Also Like