Awalan untuk membuka sebuah obrolan. Pertanyaan sederhana tapi bisa berdampak banyak. Bila mendapatkan esensinya, kita bisa mengambil makna bahwa kalimat tersebut adalah cara untuk membuka pintu komunikasi dengan lebih dalam. Misalnya memilih teh, pertanyaan selanjutnya adalah teh manis atau teh tawar. Atau misalnya memilih kopi, “kopi hitam atau pakai susu?”. Sangat bermakna, namun kita kerap luput untuk memaknainya. Bagi saya, pertanyaan seperti itu merupakan hal yang penting untuk memulai koneksi dan relasi dengan orang lain. Tentu tidak akan selalu sama, namun bila kita memahami esensi dan energinya akan memancarkan rasa yang sama. Sehingga memperkuat ikatan yang akan dibentuk. Bukan untuk mencari muka, namun sebagai jalan silaturahmi sebagai umat manusia.
Tak sulit rasanya untuk menyapa saudara dan rekan yang berpapasan dengan kita. Karena dari situlah kita akan mendapatkan nilai yang mungkin tidak dapat terbayarkan dalam bentuk materi. Dampak yang akan berkesinambungan dan berkelanjutan, bila kita dapat menjaga energi dan komunikasi yang nyata dalam berkehidupan. Teringat budaya orang Sunda saat mengajak untuk bercengkrama, “Mangga atuh, ngopi heula?”. Bukan sekedar mengajak minum kopi atau memakan cemilan, namun bermakna “Mari berbincang. Mari bersilaturahmi. Mari saling peduli.” Hal tersebut yang saya dapatkan dari ungkapan-ungkapan tersebut.
Yuk, mari adakan lagi Ngopi Jumat Smipa!
Bagus kak Tem tulisannya. Asik dibacanya. 👌🤗