AES002 Awalnya Terapi Eh Malah Jadi Atlet
Dhanu Wiradhana
Thursday October 12 2023, 4:52 PM
AES002 Awalnya Terapi Eh Malah Jadi Atlet

Teringat kembali kebutuhan anak pertama ku akan terapi fisik dan okupasi yang harus dia jalankan, mulai dari terapi di psikolog, hingga terapi alam dengan mengikuti hiking di grup terapi ala UPI. Lalu dia bergabung dengan klub baseball Gorgeous Bandung, tempat ibunya pun menjadi atlet PON Jabar. Dari mulai jenjang awal yaitu TBall, banyak pertandingan yang dia menangkan pada jenjang ini, dan dia juga harus belajar menerima setiap kekalahan yang dia alami. Untungnya dia anak yg giat, tidak mudah menyerah dan selalu mau berkembang. Waktu, tenaga dan uang yg dihabiskan untuk menjalani olahraga ini pun tidak sedikit, kami semua berjuang bersamanya untuk sampai ke titik ini.

Ketika datang pandemi, jenjang liga minor yg harus dijalani terpotong sampai 90%. Jenjang itu harusnya jadi persiapan dia untuk menjadi atlet baseball liga major di little league. Teriknya matahari tidak pernah menyurutkan semangatnya untuk berlatih. Saat ini dia sudah di liga U12 yaitu liga Major, liga utama dari little league. Karena kurangnya persiapan dia ketika di liga minor, alhasil ketika mulaindi major tidak maksimal. Terjadi pergulatan besar di dirinya krn fisik yg lebih pendek dr teman sebayanya, skill yang di bawah teman teman liganya, sampai kegagalan dia memukul bola dan membantu teman tim nya untuk pindah base atau masuk ke home. Rupanya dinamika pra pubertas di sekolah berpengaruh besar pada kepercayaan dirinya dan keyakinan pada kemampuan dirinya.

Yang terjadi adalah, ketika latihan dia masuk dalam kategori bagus, tetapiiii ketika dia bertanding, pada saat dia ada di batter box (mendapat kesempatan untuk memukul dan menambah poin tim atau membantu teman se tim membuat poin) dia menjadi panik, takut, tidak percaya diri. Hal ini membuat tim frustasi, kenapa ketika latihan bagus tapi ketika tanding kemampuannya tidak maksimal. Hal ini berdampak pada pelajaran sekolah. Review dikerjakan tidak maksimal dan waktu yang diberikan untuk review tidak cukup. Setelah banyak diskusi dengan kakak kelas dan psikolog, akhir saya coba berbicara dengan dia, menanyakan apa yang dia rasakan, apa yang dia mau dr saya, lingkungannya, dan teman temannya. Tdnya agak enggan dia bicara, sampai akhirnya saya bisa buat dia menumpahkan segala keluh kesah yang dia rasakan. Saya kasi solusi untuk atur pernapasan, mengosonglan pikiran, mengosongkan hati, jadi diri sendiri, mencari kedamaian dalam diri, fokus menghadapi apapun yang sedang dia lakukan. Tiga hari lamanya kami berdiskusi santai, sampai tiba hari dia harus RAT, yang mengejutkan, dia bisa kerjakan dalam waktu yang tersedia, lalu dia bisa isi semuanya dan dia lega sudah bisa mengalahkan dirinya sendiri. Naaaah, hari minggu depannya dia harus berangkat ke Sentul Bogos untuk tanding Indonesia Little League Championship, dia terpilih jadi anggota tim utama klub nya. Saya hanya bisa menonton dari live ig klub krn saya harus jaga kandang di bandung, ketika giliran dia at bat ( memukul) saya dikagetkan oleh lemparan pertama pitcher lawan yang langsung dia pukul, tidak pernah sekalipun dalam karir baseball nya bola pertama dia berani pukul. Saya kagum, terharu, kaget, bahagia, ah, semuanya campur aduk. Kali ini tiap kesempatan memukul yang diberikan pelatihnya dapat dia maksimalkan sehingga selain menghasilkan 3 poin pribadi untuk tim dia juga bisa buat 3 RBI ( run base in = membantu teman masuk ke home ). Ketika dia sampai bandung saya peluk erat, saya bisikan bahwa saya bangga sekali bukan krn dia menang dna buat poin tapi karena dia berhasil mengalahkan dirinya sendiri. Sungguh manis hasil kerja kerasnya bertahun tahun dia bertih keras, sekarang dia punya cita cita ingin masuk jadi atlet Jabar. Saya bilang tidak ada yang tidak mungkin kalau kita berusaha maksimal.

You May Also Like