Minggu ini kemungkinan besar akan lebih lelah daripada sebelum-sebelumnya. Karena aku berangkat dan pulang sekolah sendiri, iya dari Senin sampai Jumat nanti. Seperti biasa dan satu satunya cara yang kupakai untuk ke Bandung dari Paralang, hanyalah dengan menggunakan bus Damri (Alun-alun ←→ Kota Baru) via tol Pasteur. Aku sangat senang kalau menaiki Damri, karena warnanya yang biru terang, cepat sampai tujuan, dan juga menunggu kedatangan Damri ini seperti sedang bermain tebak-tebakan. Damri tidak punya jam pasti, misalnya kalau aku menunggu damri di halte jln Djunjunan (dari jam 12:00 WIB misalnya), terkadang damri baru datang pada pukul 12:30, atau 12:50, atau bahkan pernah lebih awal pukul 12:20. Tapi aku pernah menunggu Damri selama 1 jam 30 menit, waktu itu aku menunggu di bekas Giant (ex jayen) dekat pintu keluar KBP. Itu pun dikarenakan bus-nya mogok, ada beberapa penumpang bus itu yang akhirnya memilih untuk jalan kaki sampai keluar KBP.
Cerita sedikit tentang pengalamanku naik Damri. Aku sudah sering sekali naik Damri sejak aku umur 3 tahun-an, dan baru mulai naik Damri sendiri sejak kelas SMP K7. Tapi aku tidak pernah bosan, karena seru bisa melihat jalanan (kendaraan, orang-orang, tanaman, dll). Dan juga memperhatikan penumpang dan supir juga seru, dan juga lucu. Ada satu waktu ketika 2 bus Damri yang berpapasan dari arah yang berbeda, kedua supir saling menyapa, dengan cara saling tatap tatapan dari jendela, atau dengan klakson. Satu lagi, aku juga hafal dengan beberapa supir, salah satunya ada pa Dani, pa Yance, pa Bagus, pa Dedi, dan pa Rizal. Sering juga aku kontak beberapa dari supir untuk mengetahui lokasi mereka sudah dimana, terkadang juga beberapa supir ada yang libur di hari-hari tertentu.
Oh iya baru ingat, ada banyak kejadian-kejadian unik juga saat aku menunggu di halte jln Djunjunan saat mau pulang. Salah satunya banyak klakson mobil atau motor, banyak orang yang menyebrang saat lampu hijau, dan juga pernah sekali semua stopan di perempatan itu mati dan lalu lintas jadi kacau balau. Dan juga pernah ada kejadian tak terduga, ada kecelakaan. Ada motor yang tertabrak angkot, untung saja tidak parah kecelakaannya. Supir motor pincang sementara, bagian depan angkot kentop. Untungnya kedua supir angkot dan motor menyelesaikan masalah itu dengan baik-baik.