Seluruh ruangan menjadi gelap seketika, rencana ini sebenarnya sangat cukup meragukan, berhubungan mereka tidak tahu apakah penerangan di area tersebut masih satu jaringan dengan alur listrik ruangan besar yang mereka temukan. Waktu sudah mulai menipis, gerak-gerik pasukan musuh mulai pindah ke area dimana pasukan “Southland Rangers” dan Priviina bersembunyi, mengetahui kondisinya seperti itu, Priviina dan Marie langsung memberitahu sang komandan, sang komandan ikut melihat kondisinya, ia langsung mengikuti masukan keduanya, dalam waktu yang singkat semua lampu dan koneksi listrik di area tersebut mati, sayangnya senjata canggih musuh tidak mati, terlihat senjatanya mempunyai sumber energinya sendiri, demikian masih menjadi sebuah rintangan bagi pasukan “Southland rangers”. Dalam waktu yang sekejap pasukan Southland mulai menyerang, tembakan senapan mesin terdengar ke seluruh ruangan, bergema ke terowongan lain, sehingga menciptakan gema suara paling keras, suara ini dapat terdengar oleh semua orang di tempat tersebut, sekali penutup telinga dibuka, suaranya memecahkan gendang telinga.
Senjata canggih musuh mulai ditembakan, sinar terang menyinari kegelapan ruangan tersebut, seketika itu cahayanya terang, memperlihatkan senjata musuh di tengah kegelapan, dengan ini Marie langsung menunjukan dan mengarahkan arah tembak untuk pasukan “Southland”, setiap prajurit langsung mengarahkan peluncur roket mereka ke senjata musuh, sebuah roket meluncur dari senapan tersebut, mengeluarkan percikan api dari samping lubang pembuangan alat peluncur. Roketnya terbang, mengenai dinding belakang posisi senjata berat pasukan musuh, ledakannya sangat keras, melontarkan pasukan musuh yang berdiri di belakangnya, menghancurkan punggung dan belakang kepalanya dalam seketika, sedangkan mayatnya terlempar dari teralis, jatuh ke area peperangan, sedangkan senjata canggihnya hancur oleh serpihan roket yang meledak, ledakannya dinilai efektif, demikian pasukan “Southlands” langsung menembakan roket mereka ke posisi tank musuh, kali ini adalah kesempatan Priviina untuk menembakannya, Priviina memegang senapan salah satu pasukan, ia menarik pelatuk peluncur roket, hanya dalam 3 detik roketnya mengenai sela-sela kepala dan badan tank, menciptakan ledakan yang besar, kepala tanknya langsung mengeluarkan percikan api yang besar, percikan ini keluar seakan sebuah pancuran air, kepala tanknya terlempar ke atas dan mengenai beberapa pasukan musuh, menimpa 4 tentara musuh.