Sudah lebih dari 30 menit saya memandangi layar monitor yang kosong. Ada sebuah garis kecil tegak lurus yang berkedip-kedip menunggu jari-jari saya memulai menekan tombol-tombol keyboard untuk menuliskan sesuatu. Di depan saya ada pertandingan football. Tadi Denver Broncos memenangkan pertadingan melawan Houston Texan dan sekarang Arizona Cardinals melawan Las Vegas Raiders yang berakhir sangat dramatis setelah melalui perpanjangan waktu.
Ada beberapa ide yang saya pertimbangkan untuk dikembangkan menjadi sebuah esai. Semuanya berhenti ketika saya mulai menulis beberapa kalimat. Saya tidak bisa konsentrasi untuk berpikir. Ruangan sangat harum makanan. Seharian saya membuat makanan Yunani. Cuma itu yang kemudian ada di pikiran saya. Gara-gara ruangan harum sepanjang waktu.

Itu ide Kano. Saya hanya menjalankan rencana. Jadi kemarin pagi saya sudah ke pasar membeli ribeye dan ayam. Mereka saya rendam semalaman dengan Greek yogurt, bawang putih, thyme, rosemary, cayenne pepper, black pepper, oregano, minyak jaitun dan jeruk lemon. Disamping daging, saya juga akan membuat nasi Mediterranean dengan paprika dan bawang bombay. Lalu diberi topping timun, alpukat, irisan selada dan tumisan bawang bombay dan cabe paprika serta yang tidak kalah pentingnya adalah pita bread dan hummus serta saos yogurt.
Saya menghabiskan hari minggu dengan masak. Karena setiap kali membuat steak, alarm berbunyi karena banyak asap. Saya akhirnya memutuskan untuk memasak di halaman belakang dengan menggunakan grill listrik. Sebelum bakar membakar saya membuat nasi dahulu yang dicampur dengar cabe paprika merah dan bawang bombay. Sambil menunggu nasi dimasak saya bekerja d halaman belakang yang memang sejak akhir musim Semi saya pasang meja besar. 3 potong daging ribeye besar yang sudah saya rendam semalaman saya bakar. Harumnya bukan main.

Memasak selalu dapat membuat saya rileks. Sambil mendengarkan musik dan ditemani sekaleng bir, saya bisa menjadi diri sendiri tanpa perlu berpura-pura menjadi orang lain, tanpa perlu jaim hahaha.. Memasak menjadi seperti kegiatan yang mengistirahatkan pikiran dan menyegarkan kembali semangat dan kesehatan mental. Mungkin sama dengan orang yag hobby melukis. Pada saat menggambar semua konsentrasi, perasaan dan ide tercurah di sana. Pada saat itu segala beban pikiran dikesampingkan.
Puluhan tahun yang lalu saya hobby menggambar potrait. Hanya ada beberapa orang yang pernah saya gambar dengan menggunakan pensil. Hanya hitam dan putih. Entah mengapa saya berhenti, mungkin karena memasak jauh lebih menarik.
"Dad, when is the food ready?" Tiba-tiba Kano sudah ada di bawah.
"In about half an hour, rice and steak are done. I just need to prepare some sauteed onion, peppers, yogurt sauce, and I am done. Go take a shower, and the food will be ready when you're done." Kata saya pada Kano.
30 menit kemudian kano sudah siap dengan makanan di piring dan kembali menghilang ke kamarnya. Ini kedua atau ketiga kalinya saya membuat makanan mediterrania. Kali ini saya mencoba hal-hal yang baru. Kalau dulu-dulu saya menggunakan quinoa atau nasi safron, kali ini nasi dengan bawang dan cabe paprika. Hasilnya lumayan, yang penting saya merasa puas dan rileks. Kegiatan yang menyegarkan dan mengembalikan semangat untuk kembali memulai hari-hari sibuk esok hari.
Seru sekali Pak Jo masak-masaknya 😊
Sepakat Pak, menemukan kegiatan yang membuat kita rilex itu menyenangkan 🌱
Iya kak. Satu hal yang saya pelajari dari memasak, indera kita terus menerus dipertajam. Semua indera. Mungkin ini salah satu kegiatan yang lengkap menggunakan semua indera. Dan kita langsung dapat rewards walau makanan belum selesai dengan menikmati harum, menikmati keindahan warna bahan makanan, tekstur dan sebagainya. Ini betul-betul membuat rileks, dan jadi kegiatan refreshing