AES483 Hidup
leoamurist
Thursday January 16 2025, 6:21 PM
AES483 Hidup

Soal pertanyaan untuk apakah saya hidup? Setelah ditelaah lebih dalam, ternyata pertanyaan ini semacam pertanyaan palsu. Karena ini muncul dari pola yang kita rasakan dan temukan selama ini, yaitu setiap malam kita mati dan setiap pagi kita hidup kembali. Kepercayaan diri bahwa pola berulang ini tidak memiliki masa kadaluarsa membuat kita berani untuk memproyeksi memori masa lalu ke masa depan, yang terindikasi dari pertanyaan palsu itu. Kalau begitu, bisa jadi pertanyaan aslinya adalah dengan membuang kata untuk. Apakah saya hidup?

Lalu muncul soal baru dengan pertanyaan, hidup itu apa? Salah satu yang bisa jadi jawaban adalah dengan pendekatan bahwa hidup adalah soal merespon realita sekitar dan sekeliling kita, yang melingkupi kita. Untuk sekarang ini, mudah lho membandingkan mana yang hidup dengan mana yang tidak hidup dengan pendekatan tersebut. Karena ada AI dan robot yang bisa bersikap dan bertindak seperti manusia, tetapi mereka itu bukan manusia karena mereka tidak hidup. Sedangkan manusia ini hidup. Kalau hidup adalah merespon realita, kita manusia merespon realita itu. Sedangkan robot & AI merespon ukuran yang merepresentasikan realita! Eh, bentar... kita merespon realita kan? Kita gak merespon ukuran kan¿

Panta Rhei! Tidak pernah ada orang yang dapat melangkah kepada aliran yang sama untuk kedua kalinya dan seterusnya, karena alirannya telah berbeda dan orang tersebut pun sudah berbeda. Kita memahami hidup dengan melihat ke belakang, sedangkan kita (menjalani) hidup dengan melihat ke depan. Bisa aja sih kita hidup dengan berjalan ke depan sambil melihat ke belakang, pake kaca spion. Yang penting kaca spion-nya gak sebesar cermin belokan jalan aja, ntar malah gak bisa ngelihat ke depan. Eh, ntar... bisa jadi AI & robot itu jalan ke depan tanpa melihat ke depan makanya gak hidup. Karena yang direspon adalah ukuran yang baru bisa dari melihat ke belakang, melihat jejak kita manusia yang sudah berjalan duluan bersama kehidupan dalam kehidupan dan adalah kehidupan itu sendiri. duh, jadi lapar.

You May Also Like