"You know, the smallest thing can change your life. In the blink of an eye, something happens by chance, when you least expect it... sets you on a course that you never planned... into a future you never imagined. Where will it take you? That's the journey of our lives. Our search for the light."
Kutipan di atas adalah sebuah monolog di awal sebuah film yang semalam iseng-iseng saya tonton sambil menunggu kantuk datang, The Lucky One (2012). Filmnya biasa saja, malah saya tidak selesai karena menurut saya terlalu cheesy, terlalu cliche! Saya iseng nonton film ini karena terus terang tertarik pada monolog di awal film ini.
Ya, saya sangat setuju. Sesuatu bisa terjadi dalam hidup tanpa kita pernah bayangkan, tanpa pernah kita harapkan, lalu mengubah semua arah hidup kita ke arah masa depan yang sama sekali tidak pernah dibayangkan, tidak pernah diimpikan bahkan seringkali tidak pernah kita sangka bahwa itu akan mungkin terjadi. Tapi ya begitulah hidup, penuh dengan kejutan, penuh dengan liku-liku, penuh dengan keajaiban.
Ada yang bilang takdir ada pada dri masing-masing, ada yang bilang takdir tergantung pada rencana Tuhan. Saya tidak mau berdebat, tapi yang saya ingin tekankan di sini adalah bagaimana kita mau terbuka pada segala kemungkinan, karena saya meyakini bahwa takdir itu tidak terbatas! Apa yang saya maksud dengan takdir tidak terbatas? Maksud saya adalah kita tidak pernah tahu apa yang akan kita hadapi, dan sangat menyedihkan sekali jika kita mengecilkan arti takdir itu karena semata-mata kita mempunyai keterbatasan dalam melihatnya.
Kasarnya begini, saya ambil contoh sebuah cerita yang pernah saya tulis mengenai teman saya orang Kamboja. Dia menggelandang dan hidup dari memulung. Kalau kita melihat kondisi seperti itu, tentu sangat wajar untuk mengatakan bahwa dia tidak punya masa depan! Bayangkan betapa menakjubkannya takdir. Dengan kerja keras dan keajaiban, dia sekarang ada di Amerika sedang menempuh setudi lanjut untuk meraih gelar doktor di bidang ilmu ekonomi! Yep, we never know what we will become! Itulah hidup!
Pada tulisan saya dulu, Tentang Fate & Destiny, saya mengatakan bahwa destiny dapat kita ubah. Saya masih tetap dengan pendirian saya ini. Ya takdir bisa kita ubah dengan cara membuka diri dan terus mencari kesempatan, pintu yang terbuka untuk kita masuki. Seperti teman saya dari Phnom Phen, Kamboja itu. Menggelandang, yatim piatu dan menjadi pemulung plastik bekas tapi tidak pernah berhenti belajar. Ketika ada kesempatan terbuka untuk ke bangku sekolah, dia manfaatkan. Tidak hanya berhenti di situ, dia belajar sangat giat hingga memperoleh bea siswa memasuki sekolah bergengsi di Singapura lalu memperoleh bea siswa untuk mengambil program doktoral di Amerika. Bayangkan! Pemulung! Gelandangan! Lalu apakah semua itu kebetulan? saya bilang tidak. Itu karena usaha dan kesempatan! Dan semuanya kembali ke attitude masing-masing.
Dalam menjalai hidup banyak kesempatan muncul, banyak pintu terbuka, tinggal terserah pada kita bagaimana bersikap. Semuanya mengarah pada perjalanan hidup yang tidak pernah kita ketahui, mungkin sesuai dengan harapan, mungkin juga tidak. Itu bagian dari misteri kehidupan. Ya seperti yang saya alami, siapa sangka anak kampung kurus kering yang dulu setiap hari harus menyeberang kali untuk pergi sekolah bisa duduk nyaman di hari minggu sepulang berolahraga sambil menyeruput kopi, makan ubi goreng dan telur dadar (hahaha... perut kampung memang susah diubah) di depan TV di sebuah kota yang indah di negara 4 musim? Pernah saya bayangkan dulu ketika masih jadi anak kampung dekil? Boro boro! ***
Foto: unleashedhealingcenter.com