Morning Glory 17-1-25 17.30
Banggalah Akan Ibu Kita Kartini
Membaca buku "Panggil Saja Aku Kartini" karangan Pramudya A.T. kemudian mendengar lagi lagu "Ibu Kita Kartini"-Gita Gutawa, seumur hidup baru saya menitikkan air mata untuknya.
Seorang Wanita Agung Indonesia yang karya agungnya jauh dari yang selama ini saya & kita tahu. Benar memperjuangkan emansipasi wanita, namun jauh dari itu ternyata emansipasi bangsanya dari kaum kulit putih.
Mengutip salah satu isi suratnya :
"Memang ini pekerjaan rumit : tapi barangsiapa tidak berani, dia tidak bakal memang, itulah semboyanku! Maju! Semua harus dilakukan dan dimulai dengan berani! Pemberani2 memenangkan 3/4 dunia" - Surat Kartini 125 tahun lalu.
Memang semua yang kita perjuangkan demi ibu pertiwi adalah pekerjaan rumit, tapi memang kita harus berani. Kita yang berjuang menjadi pelajar, berjuang menjadi pekerja, berjuang menjadi guru, berjuang menjadi suami, berjuang menjadi istri, berjuang berjadi orang tua, berjuang menjadi pengusaha, berjuang menjadi pencinta lingkungan, berjuang menjadi politisi, berjuang menjadi apapun yang bersumbangsih untuk Ibu Pertiwi....mari kita langkahkan kaki dengan berani karna pemberani akan menaklukan dunia.
Soekarno dalam pidatonya tahun 1950an pernah berkata : "Ibu Pertiwi sedang membutuhkan bunga untuk konde-kondenya. Engkau bisa sumbang melati, sumbanglah melati, engkau bisa sumbang cempaka sumbanglah cempaka, engkau bisa sumbang bunga kamboja sumbanglah bunga kamboja, engkau bisa sumbang bunga apa....sumbanglah untuk Ibu Pertiwi."
LAWAN, BANGKIT, BERJUANG.
Selamat berkiprah di Nusantara tercinta : Tanah Air Ibu Pertiwi Indonesia Raya.