AES 1133 We Did It
joefelus
Tuesday July 2 2024, 12:00 AM
AES 1133 We Did It

Tiba-tiba Nina mulai terisak. Sudah sepanjang hari kami berbenah, memasukkan barang demi barang ke berbagai tas, koper dan doos. Saya agak ragu-ragu apakah semua barang ini dapat kami angkut dengan 2 kendaraan yang kami gunakan.

"Keep packing. It's a good distraction." Kata saya yang sangat mengerti dengan apa yang Nina rasakan saat ini. Saya mengalami hal yang sama berkali-kali.

Entah sudah berapa kali tubuh saya bermandi keringat. Suhu hari ini sudah berada di atas 30 derajat Celcius, entah berapa real feel nya. Saya tidak peduli, yang penting semua barang masuk doos atau tas dan mudah-mudahan di penghujung hari semua sudah beres.

Sejak bangun tidur saya langsung mulai berkemas, sampah-sampah, barang-barang yang kami harus buang langsung saya bawa ke dumpster, sudah tidak terhitung berapa kali saya ke sana. Ada banyak kejadian menarik berkenaan dengan barang-barang yang harus kami buang. Beberapa ibu-ibu mendekati lalu bertanya jika rak-rak yang terbuat dari plastik itu akan dibuang. Begitu saya iyakan, langsung mereka berebut. Tidak hanya itu, lampu sudut, laptop tua, ipad tua juga mereka tampung. Saya tahu mereka memang senang "mengumpulkan" barang, halaman rumah mereka penuh dengan cooler, sepeda dan banyak lagi. Seringkali kami mengeluh karena pemandangan yang kurang sedap itu.

Lewat pukul 9 pagi saya sudah mengemudikan Jeep menuju apartemen Kano, dia minta dijemput karena akan membantu membersihkan kamarnya. Nina juga minta dibelikan kopi. Apartemen kami sudah tidak memiliki apa-apa lagi, semua peralatan masak, microwave, air fryer sudah pindah rumah, sehingga kami tidak dapat memanaskan makanan. Yang perlu kami lakukan hari ini adalah memindahkan barang-barang ke rumah sahabat kami, mas Aris dan akan tinggal di sana selama sekitar 1 bulan sebelum kami nanti pulang ke tanah air. Truk U-haul akan kami gunakan untuk membawa semua barang yang besar-besar, lalu harus saya kembalikan sebelum pukul 4 sore.

Kano harus pulang siang hari karena ada tugas perkuliahan yang harus dia selesaikan hari ini. Kami semua belum makan sepanjang hari, Nina sudah membuat sandwich sendiri, saya belum sempat. Kano yang inin cepat kembali ke rumahnya akhirnya membeli makanan di restoran cepat saji. Saya hanya memesan kentang goreng dan es teh manis. Itu menjadi makanan saya sepanjang hari, disamping segelas kopi yang tadi pagi saya beli. Oh ya, ketika saya membeli kopi 1 gelas tumpah di dalam kendaraan, sehingga saya harus membeli 1 lagi dan membersihkan mobil, untunglah saya sudah mengenal karyawan di kedai kopi itu sehingga gelas kedua tidak perlu membayar hahaha..

Tubuh saya memang sangat lelah, sudah berhari-hari saya berkemas, bahkan hari Jumat kemarin saya ijin tidak masuk kerja. Banyak kejadian karena keteledoran akibat dari kelelahan yang harus saya alami. Yang saya inginkan hanya satu, yaitu ingin semuanya segera berakhir. Nina masih harus melakukan revisi disertasinya dan manuskripnya harus masuk paling lambat tanggal 3 Juli. Itu hanya beberapa hari lagi saja.

Saya tidak sempat lagi makan malam. Pekerjaan masih sangat banyak dan waktu semakin sedikit yang tersisa. Pukul 9 malam hari sudah mulai gelap, janji saya untuk tiba di tempat sahabat saya pukul 10 tidak akan tercapai. Tubuh saya untuk kesekian kalinya bermandi keringat. Kata lelah sudah terlewati, saya tidak tahu lagi apa yang dapat dirasakan. Barang-barang terakhir semuanya berhasil masuk ke kendaraan. Saya masih harus membersihkan rumah. Vacuum dan sebagainya. Kulkas dan dapur sudah selesai dari tadi pagi. Kamar Kano sudah bersih, tinggal kamar kami, ruang kerja di atas, anak tangga dan ruang bawah yang harus dikerjakan. Portable AC di kamar kami akhirnya saya lepas dan saya bawa ke dumpster. Untuk terakhir kalinya saya memeriksa kotak surat dan pada saat yang sama seorang pria asal India tertarik pada AC yang saya buang.

"Is it still working?" Tanyanya.

"Yes, but you need to put tray underneath, it tends to leak once in a while." Jawab saya sekaligus juga menunjukkan bagaimana cara kerjanya. Sepertinya orang itu tidak mengerti soal portable AC, hose untuk exhaust akan dia tinggal begitu saja, sehingga saya harus jelaskan bahwa benda itu penting untuk membuang udara panas ke luar melalui jendela.

Menjelang tengah malam akhirnya kami selesai. Ada beberapa barang yang harus kami tinggal dan akan kami ambil besok ketika menyerahkan kunci apartemen. Aneh rasanya harus meninggalkan rumah yang sudah kami tempati hampir selama 8 tahun. Banyak kenangan dan peristiwa seru yang terjadi di sana. Saya merasa kehilangan "rumah" dan merasa tidak mempunyai "home" lagi walau bukan homeless, tapi ini sesuatu yag sangat esensial yang bagi saya merupakan sebuah simbol dari hidup yang basic, sekarang saya tidak memilikinya.

Saya mengemudi dalam gelap, Nina mengemudikan kendaraan milik kami sementara saya mengikuti dengan jeep. Ini merupakan awal dari lembaran baru, petualangan baru. Hanya kami berdua, Nina dan saya, sementara Kano mempunyai lembaran hidup yang mulai dia tulisi sendiri. We did it, and now we will start a new chapter of our lives!

Andy Sutioso
@kak-andy   2 years ago
Thank you for sharing, Joe 🙏🏼