AES 1472 Menciptakan Suasana
joefelus
Wednesday September 24 2025, 1:09 PM
AES 1472 Menciptakan Suasana

Memang masih sangat awal, terlalu awal malahan jika saat ini ngobrol tentang akhir tahun. Masih 3 bulan lebih. Tapi tahun ini saya ingin menantikannya lebih panjang dari biasanya. Seperti yang sering saya katakan bahwa akhir tahun bagi saya itu jauh lebih seru ketika menantikannya, sebab ketika waktunya tiba, semuanya terasa lewat begitu saja, lalu begitu tahun baru tiba semuanya kembali biasa saja lalu mulai lagi dengan hari-hari biasa, sepanjang tahun dan sepertinya dalam sekejap keseruannya hilang. Itu biasanya saya rasakan pada hari pertama di tahun yang baru. Nah mengingat ini semua, mulai hari ini (biasanya di awal atau pertengahan Oktober) saya mulai menyiapkan diri dengan masa-masa penantian. Apalagi akhir-akhir ini hidup saya penuh dengan hal-hal yang begitu serius, jadi saya putuskan mulai dengan hal yang menyenangkan dan santai.

Akhir tahun bagi saya selalu berkaitan dengan keluarga.   Itu hal yang paling utama, kedua mungkin musim. Setelah selama bertahun-tahun tinggal di rantau, 18 tahun tepatnya, itu waktu yang sangat lama tentunya, akhir tahun menjadi begitu spesial bagi saya. Tanpa mengecilkan apapun, di tanah air rasanya jauh berbeda. Akhir tahun lalu saya lewati dengan memfokuskan diri pada kesibukan di rumah. Itu mungkin agak disengaja sebab terus terang, jika saya ingin jujur, akhir tahun di tanah air sangat berbeda gaungnya dan saya sangat kangen akhir tahun di rantau. Untungnya tahun lalu rumah saya dalam keadaan berantakan dan bahkan para tukang dan pekerja tetap sibuk membereskan rumah ketika sebagian besar anggota masyarakat berlibur. Itu keinginan mereka, bukan keputusan saya. Jadi memang bagi saya itu merupakan suatu kebetulan. Tahun ini berbeda sebab semua urusan perbaikan rumah sudah lewat dan saya mulai merasakan dampak kehilangan suasana yang selama sekian tahun saya alami. 

Sangat logis memang karena di tanah air hanya memiliki 2 musim, sehingga gaung menjelang akhir tahun belum terasa hingga di bulan terakhir. Di rantau, walau salah satunya daerah tropis sehingga sama dengan Indonesia hanya memiliki 2 musim, tapi masyarakatnya mengenal musim gugur dan musim dingin serta perayan-perayaan menjelang akhir tahun. Jadi walau tidak sesempurna daerah sub tropis, saya masih bisa merasakan keseruannya karena masyarakatnya jauh lebih beragam. Perhatikan saja di bulan Desember ada perayaan Hannukah yang dirayakan oleh orang-orang Yahudi, ada Kwanzaa yang dirayakan oleh masyarakat Afrikan-American, disamping ada Haloween dan Thanksgiving yang jatuh di akhir bulan Oktober dan Nopember. Nah karena banyaknya hari-hari raya, toko-toko bahkan kota pun bersolek penuh dengan hiasan, belum lagi alam juga berubah karena pepohonan berubah warna di musim gugur.

Secara fisik di tanah air hampir tidak ada bedanya sepanjang tahun, maklum saja hanya 5% masyarakat di seluruh tanah air yang merayakan hari-hari raya di akhir tahun jadi memang wajar jika gaungnya hampir tidak terasa, sama seperti ketika saya di rantau gaung dan susana bulan Ramadhan dan Lebaran hampir tidak ada. Hanya karena saya tinggal di kompleks yang penghuninya banyak dari Timur Tengah, maka selama bulan Ramadhan agak ramai di malam hari dan menjelang subuh karena anak-anak yang bermain hingga saat Imsak, sementara di tempat lain tidak ada perubahan apa-apa.

Eniwei, karena saya ingin membuat akhir tahun berbeda dari saat-saat lainnya sepanjang tahun, saya lebih memilih sedikit mengubah suasana hati dengan berbagai usaha yang kembali "mengingatkan" saya pada perbedaan akhir tahun. Sederhana, saya mengubah misalnya wallpaper di gawai saya, membereskan foto-foto lama yang berkaitan dengan musim-musim di akhir tahun, nonton film-film tentang musim gugur dan musim dingin, dan lain sebagainya.

Saya kangen udara yang dingin menggigit di musim gugur, warna-warna yang indah serta angin yang lumayan kencang menghembuskan udara dingin dan merontokkan daun-daun. Itu bagi saya adalah saat-saat yang magical. Saat istirahat di kantor dulu saya sering duduk-duduk dekat pepohonan yang daunnya berwarna kuning, merah, dan kecoklatan sambil memperhatikan daun-daun yang berguguran. Memang kadang kedinginan tapi bagi saya itu sepadan dengan keindahan yang saya saksikan.

Saya juga kangen salju. Semalam katanya ramalan cuaca mengatakan bahwa Fort Collins akan turun hujan lalu berubah menjadi salju. Kebetulan saat ini di sana adalah hari pertama musim gugur, memang salju suka turun di akhir September dan awal Oktober. Jadi memang masa-masa seru menjelang akhir tahun sudah mulai terasa belum lagi di toko-toko saya yakin sudah mulai berhias dengan pumpkin serta hiasan haloween dan mulai menjual permen dalam kantong-kantong besar yang biasa dibagikan ke anak-anak yang memakai kostum pada tanggal 31 Oktober. Aneh sebetulnya, mengapa mulai menjual permen dari sekarang? Hahaha.. Tapi warna oranye, hitam, coklat yang merupakan warna musim gugur menjadi sangat dominan di semua supermarket. Itu semua tidak saya temui di tanah air. Jadi sejak pagi ini sambil menunggu Nina yang sedang mengadakan rapat, saya iseng nonton filem-filem yang menyuguhkan berbagai musim yang saya ceritakan barusan. Kenapa tidak? Menikmati masa penantian dengan hal-hal yang seru selalu menyenangkan.