AES 769 Interview With My Vampire
joefelus
Sunday July 2 2023, 10:43 AM
AES 769 Interview With My Vampire

Lagi iseng karena hari ini belum tahu mau menulis apa, jadi saya punya ide untuk bermain dengan metafor. Supaya seru, saya akan pakai istilah vampire hehehe..

Vampire adalah folklore, cerita rakyat yang turun temurun dari mulut ke mulut sejak jaman dulu. Bukan cerita rakyat Indonesia tentunya sebab kalau di Indonesia lebih familiar dengan kuntilanak, tuyul dan tokoh-tokoh yang menyeramkan semacam itu. Dulu jaman kecil saya senang sekali bermain dengan jalangkung. Ngarang-ngarang membuat jalangkung dari gayung kayu dan tempurung kelapa dengan kukusan anyaman dari bambu kemudian diberi sarung lalu dipangku, kalau tidak salah harus dipegang dengan satu jari kiri dan satu jari kanan atau malah dua orang, lupa! Anehnya sesudah membuat sendiri malah serem sendiri walau waktu bermainnya seru dan membuat teman-teman yang lain ketakutan. Misalnya kami membuat pertanyaan: "Siapa yang akan mati mendadak beberapa hari lagi?" Lalu jalangkung yang sudah diberi pensil bergerak di pangkuan menulis nama salah seorang teman yang ada di situ. Kadang saking ketakutannya teman saya sampai menangis hahahaha.. Itu jaman kecil yang jauh dari teknologi sehingga permainan kami lebih pada kreatifitas! Seru, menyenangkan dan ikatan pergaulan sosial lebih fisikal daripada jaman sekarang.

Baiklah, kembali ke niat ngobrol hari ini. Ada yang mengatakan bahwa vampire itu adalah penyakit, semacam rabies sehingga orang yang terjangkit sangat sensitif pada cahaya, penyakit ini menular melalui gigitan dan tidak menyukai bawang putih yang merupakan gejala pada penyandang rabies, kelelawar dan serigala. Ya mungkin saja cerita itu menyebar bermula dari penyakit, siapa tahu? Sama seperti waktu kecil saya ditakut-takuti untuk tidak menduduki bantal karena bokong nanti jadi penuh bisul, atau tidak boleh pakai payung di dalam rumah karena nanti disambar kilat, atau tidak boleh makan kelapa yang akan diparut untuk masak karena nanti terkena penyakit cacing kremi hahahaha.. Eniwei, semuanya negatif.

Nah karena ada konotasi negatif, saya akan pakai sebagai metafor sisi gelap yang saya yakin setiap orang miliki. Setiap orang, yaitu kita semua, memiliki berbagai sisi dalam diri yang seringkali tidak mau orang lain ketahui. Itu yang kita sebut dengan sisi gelap, dark side atau kalau dalam film The Lords Of The Rings, ad tokoh Gollum dan dalam obrolan saya hari ini: Vampire!

Banyak hal di sisi gelap dalam diri kita, seperti misalnya sering menunda-nunda, menghabiskan banyak waktu untuk hal yang kurang produktif, iri hati, memburuk-burukan orang lain, mengecilkan arti diri sendiri, dan banyak lagi. Itu semua adalah rabies yang kita tanam dalam diri sendiri. Kita memelihara tuyul, gollum atau vampire. Kita menutupinya dari orang lain karena sadar atau tidak kita tahu bahwa itu hal-hal gelap yang tidak baik yang tidak perlu diketahui oleh orang lain. Kita simpan rapat-rapat dan tanpa sadar kita malah mencintai vampire itu, memegang erat-erat dan tidak mempunyai kehendak untuk melepaskannya.

Tidak dapat disangkal bahwa walaupun kita berusaha untuk menyembunyikan dalam-dalam sisi gelap yang kita miliki, tapi seringkali kita sebenarnya "mencintai" sisi gelap ini. Tahu bahwa seharusnya bangun lebih pagi karena merencanakan akan berlari pagi, atau mencuci mobil sebelum matahari terlalu tinggi, kita memilih untuk bermalas-malasan terus berbaring di tempat tidur sambil bermain dengan HP. "Ah, saya ingin menikmati hari libur tidak perlu bekerja. Nyuci mobilny atau larinya nanti saja sore-sore." Menunda-nunda! Merasa bersalah karena rancana gagal? Tidak! Kita kadang merasa berhak memanjakan diri!

Apakah kita menyukai sisi gelap? Hahaha.. kadang iya! Bahkan kita sering certa-cerita sambil tertawa-tawa dengan teman-teman. Di antara teman-teman malah saling tidak mau kalah membanding-bandingkan betapa malas, betapa nakalnya kita. Sesekali kita suka begitu bukan? Kita membenci vampir, membenci sisi gelap tapi kita juga mencintainya!

Tapi jangan salah, ngobrol, bercerita dan membanding-bandingkan vampir yang ada dalam diri kita itu salah satu langkah untuk memperbaiki diri! Pada saat yang sama ketika saling berbagi diantara teman-teman kita saling berrefleksi!

Berbagi dan bercerita tentang vampir dalam diri kita adalah bentuk untuk memperbaiki diri, ditambah sedikit humor menunjukkan bahwa dengan halus, lemah lembut kita memperlakukan diri sendiri sambil mengingatkan diri mengapa kita melakukan itu. Mungkin saja kita memang sedang kelelahan setelah sepanjang minggu bekerja penuh dengan tekanan, jadi kita butuh berbaring lebih lama. Mungkin karena sedang mengalami kesedihan sehingga kita membutuhkan waktu untuk diri sendiri. Kita memperlakukan diri dengan penuh pengertian bukannya "being hard or harsh on ourselves" melainkan memperlakukan diri sendiri dengan kasih sayang bahwa kita butuh merawat diri sendiri. Perlu diingat bahwa kadang kita melakukan hal yang salah untuk tujuan yang baik. Jadi walau bagaimana vampir itu tetap menjadi bagian dari diri kita.

Foto credit: sfgate.com

You May Also Like