AES 266 Belajar
joefelus
Sunday February 13 2022, 1:05 PM
AES 266 Belajar

Belajar itu tidak perah selesai, tidak pernah tamat. Saya setuju dengan pendapat rekan-rekan di Smipa yang tidak memberikan Surat Tanda Tamat Belajar di sekolah karena belajar memang tidak ada tamatnya hingga akhir hidup.

Mengapa dalam esai ini saya mengangkat tema belajar? Karena ini sebuah ide yang menarik dan selalu kita jalani setiap detiknya. Belajar dimulai sejak masa kecil, bayi juga mulai belajar ketika dia tahu jika menangis, maka akan menerima sebuah reaksi dari ibu atau ayahnya. Anak balita belajar bahwa jika jatuh itu sakit, jika mainan itu tidak bisa dan tidak enak untuk dimakan, dan sebagainya.

Proses belajar terjadi di mana saja, kapan saja dan dilakukan oleh siapa saja. Kalau dipikir-pikir, tanpa sekolah juga belajar bisa jalan terus. Keuntungan belajar di sekolah adalah semuanya terstruktur, diprogram dan dikemas sedemikian rupa sehingga intensitasnya juga sangat tinggi. Apakah semua itu bisa juga dipelajari di rumah? tentu saja! Sudah sekian dekade yang namanya home schooling itu berkembang. Apakah sama dengan sekolah? semua ada kekurangan dan kelebihannya. Tapi bukan ini yang ingin saya bahas, yang saya ingin ungkapkan tanpa adanya campur tangan institusi maupun otoritas, belajar itu merupakan sesuatu yang secara otomatis terjadi dengan atau tanpa kita sadari.

Jika ada tetesan air dari atap mengenai kepala. Tanpa sadar tubuh kita juga belajar dari situasi itu, tanpa perlu secara serius mempelajari, tubuh belajar bahwa jika terus berdiri di tempat itu maka akan basah, secara otomatis bereaksi dari hasil menyimpulkan, melalui proses belajar super singkat, kita akan bergeser menghindar. Ini belajar juga bukan? 

Berpikir adalah sebentuk reaksi dari otak baik itu spontan maupun dilakukan dengan sengaja dalam menanggapi sebuah situasi. Berpikir merupakan titik sentral dari proses belajar.

Dalam psikologi kognitif, hubungan antara belajar dan berpikir itu sangat penting karena berpikir sama halnya juga  kemampuan berpikir merupakan hal yang paling penting dalam pola belajar kognitif pada tingkatan yang sangat tinggi.

Jadi sebetulnya secara sederhana, kita bisa melompat ke sebuah kesimpulan bahwa apapun yang terjadi di luar dan dalam diri kita yang membuat kita berpikir, secara sederhana bisa dikatakan bahwa kita juga belajar.

Belajar secara kontinyu akan menjaga kesehatan kita. Belajar membuat benak kita sibuk dan tubuh kita aktif, membantu kita memperoleh pengetahuan baru serta melatih otak kita menghadapi tantangan. Belajar akan membuka pintu pada banyak kesempatan, seperti misalnya kita belajar bahasa, dengan mampu menggunakan bahasa tertentu kita akan bisa berasosiasi dengan mereka yang menggunakan bahasa itu. Bayangkan itu baru satu, Berapa banyak pintu yang akan terbuka jika ada sekian banyak yang kita pelajari?

Hmmm... berpikir tentang belajar ternyata tidak pernah selesai, tidak pernah tamat, seperti juga halnya belajar!***