Pesta ulang tahun, terutama bagi para manula sangat penting karena ini merupakan sebuah perayaan tentang hidup. Ini yang saya rasakan ketika menghadiri sebuah pesta ulang tahun terhebat, terbesar dan teristimewa sore tadi.
Nina dan saya sore tadi menghadiri sebuah undangan dari kenalan di kolam renang. Yang berulang tahun adalah seorang oma-oma berusia 90 tahun dan suaminya yang berusia 95 tahun. Jangan pernah membayangkan seorang oma-oma yang sudah dituntun atau menggunakan kursi roda loh ya. Marti, nama oma ini masih bisa menari, berjalan tanpa bantuan siapapun dan masih segar bugar. Tidak akan ada yang pernah menyangka bahwa beliau berusia 90 tahun sebab masih bisa bergerak kesana kemari dengan lincah. Seorang yang sangat luar biasa.
Acara sebetulnya dimulai sejak pukul 4 sore, tapi karena Nina dan saya baru saja kembali dari luar kota, kami baru tiba pukul 5 sore. Bergitu tiba di lokasi yang merupakan aula sebuah gereja, ternyata di sana sudah ada banyak sekali undangan. Saya rasa mungkin lebih dari 100 orang. Tempat parkir penuh sehingga saya harus parkir di jalan. Begitu memasuki aula saya dapat mendengar musik jazz yang sangat indah dimainkan oleh 5 orang. Seorang memainkan banjo, bas betot, klarinet dan 2 buah terompet. Jenis musik jazz yang mereka mainkan mengingatkan saya pada jazz yang pernah saya nikmati di perahu yang menyusuri sungai di New Orleans. Indah sekali.
Pesta ulang tahun ini tidak seperti pesta-pesta di Indonesia yang menyajikan makanan berat. Di sini hanya menyajikan Hors d Oeuvres, alias makanan kecil. Yang saya perhatikan di meja ada charcuterie yang terdiri dari berbagai macam keju, potongan daging olahan yang diiris tipis-tipis, crackers, buah-buahan yang ditusuk seperti sate, dan sebagainya. Di meja bagian depan tersedia banyak jenis minuman dari soda, teh, kopi hingga wines. Di beberapa meja kecil ada ramekin dari bahan kertas berisi campuran kacang-kacangan seperti cashew, macadamia, almond dan sebagainya. Di aula itu terdapat meja-meja bulat besar seperti di restoran chinese food, dimana puluhan orang duduk-duduk sambil berbincang-bincang dan sebagian ngobrol bergerombol sambil berdiri. Nah yang menarik, semua peserta kebanyakan berusia senja! Rata-rata diatas 60 tahun dan saya yakin semuanya senior citizen alias manula.
Saya kemudian tahu bahwa para undangan adalah anggota-anggota kelompok yang dimana oma Marti menjadi anggota. Salah satunya ya kelompok berenang dimana Nina dan saya juga hadir. Dengar-dengar katanya Oma Marti ini menjadi anggota setidak-tidaknya di 10 kelompok kegiatan!
Pada saat acara sambutan, ada beberapa undangan yang ikut berbicara di panggung. Salah satunya aeorang pria mungkin berusia sekitar 60 tahun yang bercerita bahwa dia mengenal oma sejak jaman masih kecil karena Marti ternyata adalah teman mendiang ibunya. Pasangan oma Marti dan Opa Ken ini ternyata sudah banyak menyentuh kehidupan banyak orang termasuk bapak yang bercerita tadi. Dia bercerita bagaimana Opa dan oma ini mendukung dan mensuport di ketika ibunya meninggal dan ketika adiknya bunuh diri. Bapak tadi bercerita sambil terisak-isak dan mengatakan bahwa jika tanpa kehadiran pasangan oma opa ini, belum tentu dia dapat mampu melewati masa-masa kegelapan dalam hidupnya.
Pesta ulang tahun ini merupakan sebuah perayaan hidup, dimana saya dapat menyaksikan banyak peristiwa yang diceritakan oleh para undangan betapa selama hidup pasangan ini telah banyak menyentuh orang sekitarnya, dan bagaimana mereka telah banyak berkarya yang dapat menjamah banyak jiwa. Ini sangat luar biasa.
Musik jazz kembali mengalun mengiringi suasana meriah di aula ini. saya tidak henti-hentinya mengaggumi banyak hal. Kemudian saya juga tersadar bahwa sepertinya Nina dan saya adalah undangan termuda dinatara seluruh undangan yang hadir. Sambil menikmati suasana dan musik jazz yang indah, tanpa henti saya perhatikan oma Marti dan Opa Ken ini berkeliling menyapa para undangan, berpelukan, bergurau, dan berbicang. Luar biasa! Ini benar-benar sebuah perayaan hidup yang sangat meriah dan istimewa. Ini akan memberikan banyak inspirasi pada generasi dibawah mereka. Ini memberikan harapan bahwa hidup dapat dijalani dengan luar biasa seperti yang sudah mereka lakukan. Ini dalah sebuah gambaran tentang kehidupan yang bisa menjadi pelajaran bagi saya agar mampu menjadi seperti mereka.