Terbiasa sat set serba cepat dan terburu-buru dikejar waktu rupanya memengaruhi kebiasaan makan. Makan di mobil sambil menunggu lampu merah, makan sambil mengerjakan peer, makan sambil main hp, makan sambil nonton. Siapa sih yang tidak begini? Makan hanya sebagai aktivitas memasukkan makanan ke mulut, supaya perut tidak kosong. Kebiasaan makan seperti ini rupanya menular. Melihat orang disekitarnya begini anak mengikuti. Orang tuanya boleh tapi anaknya dilarang mengikuti. Curang ya
Pelan-pelan kebiasaan buruk ini aku coba tinggalkan. Aku tahu kalau aku masih begitu akan jadi boomerang dia pasti akan berbalik menyerang. Setelah lama ku tinggalkan barulah aku berani bertanya.
“Sei kenapa makannya lama? Ga doyan ya?”
“Suka kok tapi aku males”
“Kenapa males makan?”
“Nguragin waktu aku main” dia memang menjawab sambil bermain. Dia ke meja makan, menyuap makanan lalu kembali ke area mainnya.
Ya sudah kubiarkan dia dulu nanti selesai makan baru kuceramahi. Siap-siap kau haha..
Selesai makan kupanggil dia untuk berdiskusi, dia tahu pasti akan diceramahi jadi dia memasang wajah bersalah. Dengan emosi netral lalu ku mulai diskusinya.
“Sei tau ngga kita makan buat apa?”
“Biar kenyang”
Anak-anak mana tahu konsep mindful eating. Harus dijelaskan dengan bahasa bayi.
Berdiskusi mengenai makanan sebagai anugerah, rejeki dari Tuhan yang kita nikmati. Rejeki tidak melulu soal uang, makanan yang dihidangkan diatas meja ini juga merupakan rejeki yang harus disyukuri. Doyan atau kurang tetap harus dimakan karena ini yang jadi rejeki kita hari ini. Makanlah dengan hati gembira dan berucap syukur, dengan begitu makanan yang kita makan akan membuat badan kita sehat dan otak kita menjadi semakin pintar, badan juga menjadi tinggi, pertumbuhan jadi optimal.
Setelah berdiskusi kebiasaan makan Sei berangsur membaik, makannya lahap, menikmati rasa makanan, ikut membantu proses menyiapkan makanan, dia juga menantikan jam makan. Kejadian ini mungkin sekitar tahun lalu, walau sesekali masih lupa karena kesenangan bermainnya tinggi tetapi memang sudah tugasku mengingatkan seperti marketing yang gigih prospek terus sampai jadi hahaha.
Setelah makan dia akan bilang “Terima kasih makanannya enak!”
Terharu.
Maaf baru komen. Ini juga tulisan yang ringan dibaca tapi sangat berbobot. Makasih banyak sharingnya 🙏🏼🤗
Langsung membayangkan Seira saat istirahat, makan. 😃