Melawan alasan tidak berguna kecuali menikmatinya, makanya lebih efisien diterima saja. Apapun alasannya, silakan karena apapun adalah alasan. Kenyataannya, yang ada ya ada - yang gak ada ya gak ada.
Terlalu mengerti jadi enggan memperbarui, karena proyeksi dirasa seperti sudah jadi. Saya merasa tidak perlu karena saya merasa sudah mampu, kalau itu nanti terjadi. Ah, nanti itu kan tidak ada.
Hanya ada sekarang, selalu, dan sekarang sesekarang sekarangnya. Ntar ntar jadi terlantar, nanti nanti malah gak jadi. Saat ini menjadi repetisi tra da isi. Ini bukan soal zona nyaman, ini hanya soal ketidak baruan saja, usang.
Melawan alasan, tidak berguna karena hanya meributkan proyeksi yang tidak ada di saat ini. Lebih efisien untuk menerimanya dan mempersingkat kesia-siaan. Kemudian mengalirkan daya kepadanya yang menolak usang. Shu-Ha-Ri.