AES 0036 Sulit Ya
Flavius
Thursday August 1 2024, 8:12 PM
AES 0036 Sulit Ya

 Kalau melihat kembali foto-foto dokumentasi dan cerita-cerita kami berekspedisi ke Sumba, rasanya campur aduk. Sepertinya sulit untuk menjelaskan perasaan yang aku rasakan sekarang, sepertinya aku kangen masa-masa kami bangun di pagi hari duduk ditangga membuka kelas lalu berolahraga, sarapan, bercanda sambil menunggu anak-anak LC datang untuk bermain bersama. Hah, sepertinya rasa ini hanya sekali-kali muncul saat kangen mengingat masa-masa yang sudah terjadi. Kalau gak malu sepertinya ingin mengeluarkan air mata dan menangis, entah kenapa, bukan karena sedih, bukan karena kesel, bukan karena senang, mungkin sedikit senang.

Rasanya baru kemarin kami membuat proposal dan mendengar kabar baik akhirnya di approve pergi ke Sumba. Tiba-tiba hari ini udah lebih dari sebulan pulang dari Sumba. Tapi aku sepertinya senang bisa merasakan perasaan aneh ini, membawa nuansa damai serta nostalgia sambil mengingat momen itu. Aku sempat berjanji pada diriku sendiri, kalau bisa ke Sumba aku harus pergi ke Sumba lagi, bertemu teman-teman LC. Gak kebayang mungkin nanti dihari-hari tuaku bisa pergi ke Sumba bertemu Kak Yustin yang rambutnya sudah memutih, melihat Febi, Arman, Erin, dan kawan-kawan besar sudah berkerja, dan Kak Nard yang sekarang belum kebayang sih bakal jadi gimana haha.

Ya, gitu deh, sulit menjelaskan rasa aneh ini. Tapi aku selalu berusaha untuk enjoy momen ini yang mungkin nantinya jadi bakal diinget kembali dan rasa aneh yang sulit dijelaskan ini muncul kembali. Ya begitu deh ahha, aku berusaha menuangkan rasa dan cerita-cerita Sumba kami ke dalam buku yang sekarang sih judulnya "Sumba Di Mata Kami". Jadi sekalian promosi, kalau penasaran sama cerita kami mengenai Sumba dan pengalaman kami di Sumba boleh banget dibaca, siapa tau tiba-tiba dapet rasa aneh yang sulit dijelaskan yang lagi aku rasain sekarang.

Tapi kesimpulannya gitu deh, sulit dijelasin.

Pics: Kambing Sumba kesukaan Flavi!