AES 389 Time After Time
joefelus
Thursday June 16 2022, 10:59 AM
AES 389 Time After Time

Saya duduk menghadapi laptop yang saya taruh di pangkuan untuk menulis esai sambil mendengarkan lagu demi lagu yang dilantunkan oleh Rod Steward, Great American Songbook entah volume yang keberapa, mungkin yang ke-2. Perut saya sedikit agak kekenyangan sesudah pulang dari rumah David dan Mary Ann, host family kami yang menjamu kami sehubungan dengan kelulusan Kano.

Menantu Mary Ann, Bill adalah mantan guru Kano ketika masih di Middle school (SMP). Dulu Bill yang mengenalkan Kano pada drone, proyek-proyek karya dari lego yang dikaitkan dengan sains. Guru favorit Kano, sayangnya setelah beberapa tahun mengajar, fundingnya dipotong sehingga Bill merasa tidak lagi tertantang karena sarananya menjadi terbatas. Bill memutuskan berhenti. Kano sedih sekali karena kehilangan guru favoritnya.

Tadi sore kami diundang untuk makan malam. Karena jari saya masih sangat sakit, akhirnya memutuskan untuk tidak masak tapi membeli sesuatu untuk dibawa. Kami memutuskan membeli empanadas. Kudapan ala Mexico. Bentuknya mirip pastel tapi dengan crust yang sangat flaky dan renyah. Kami memutuskan membeli yang manis manis seperti pistachio, blueberry lavender, lemon curd dan cherry. Ternyata rasanya amat sangat luar biasa. Kalau tidak memikirkan bahwa saya cenderung semakin membengkak walau sudah rajin berolahraga, saya akan makan empanadas ini terus-terusan. Kalau saya bisa mencari tahu cara membuatnya, jelas saya akan bahagia sekali. Mary Ann membuat selada dari broccoli, bacon, walnut, craisin dan bawang lalu roasted chicken breast, dan cheesy Penne yang sangat enak. Akhir pekan ini saya akan mencoba membuat selada broccoli ini karena saya, Kano dan Nina tadi sampai nambah berkali-kali.

Tidak terasa kami sudah mengenal Mary Ann, David, Sarah (Putri dari MarryAnne) dan Bill (Suami Sarah, mantan guru Kano) selama bertahun-tahun. Kami sudah seperti keluarga. Mary Ann yang menjemput Kano dan saya ketika pertama kali kami sampai di Colorado. Sejak saat itu kami sering berpergian ke luar kota, ke Rocky Mountain National Park, dan banyak tempat lainnya karena ketika itu kami masih belum punya kendaraan. Beberapa kali perayaan Natal atau Thanksgiving kami rayakan bersama-sama. David bahkan membantu saya membeli pohon Natal beberapa tahun yang lalu, karena sekali lagi saat itu kami belum punya kendaraan sendiri, jadi butuh bantuan untuk membeli pohon lalu ditaruh di atap mobil.

Tidak terasa itu sudah 6 tahun yang lalu. Dari tahun ke tahun kami bertambah teman, bertambah keluarga. Semula kota ini sangat asing sehingga akhirnya menjadi "rumah". Dari tidak tahu arah hingga mengenal seluruh pelosok kota. Dari kemana-mana membawa peta, sekarang bisa berpergian tanpa perlu berpikir karena sudah hapal luar kepala segala tempat yang akan dituju. Saya sudah mengadopsi tempat baru, lingkungan baru dan orang-orang baru menjadi bagian dari hidup. Saya beruntung diberi kesempatan untuk dapat mencintai tempat baru, kehidupan baru dan orang-orang baru yang kemudian menjadi keluarga. Cocok sekali dengan lagu yang sedang saya dengarkan saat ini:

What good are words I say to you?
They can't convey to you what's in my heart
If you could hear instead
The things I've left unsaid

Time after time
I tell myself that I'm
So lucky to be loving you

Saya benar-benar sangat beruntung mendapat kesempatan menjalani hidup ini. From time to time, I am so lucky to live this life. Can't thank enough, I am so grateful!

You May Also Like