Di dalam otak terdapat dua jenis zat yang diciptakan dari otak, yang pertamanya bernama seratonin, dan satunya melatonin. Seratonin zat yang diciptakan dari gelombang beta terukur dari 13 hingga 32 hz, biasanya ini terjadi sesaat bangun pagi, yang biasanya mata mulai menerima dan melihat cahaya pagi, prosesnya berawal dari mata menerima cahaya, saraf lensa di mata akan mulai mengirimkan sinyal ke kelenjar pineal, untuk menciptakan proses neurotransmitter, dipanggil dengan nama seratonin, dengan zat ini otak dapat mulai bekerja kembali hingga mengaktifkan semua saraf yang terdapat tubuh manusia, efeknya badan akan seakan terasa segar, rasa kantuk mulai hilang hingga kita dapat beraktivitas kembali di hari tersebut. Karena otak sudah aktif, semua pikiran di otak akan mulai berjalan kembali dimana kita mulai kembali sadar terhadap lingkungan sendiri, dilanjut dengan melakukan rutinitas tiap hari, dari bangun pagi, mandi, makan, kerja, hingga pulang dan tidur untuk beristirahat.
Berbeda saat kita mau tidur, dimana biasanya saat tidur, semua sumber cahaya sudah mulai redup, ruangan menjadi gelap, badan mulai terasa lelah, otak akan menerima cahaya lebih minim, mata akan mulai mengirimkan sinyal ke kelenjar pineal, akan mulai mengambil zat seratonin, dan dikonversikan menjadi zat melatonin. Perbedaanya, melatonin dapat membuat otak terasa lelah, sehingga membuat diri kita lelah, dimana semua kesadaran diri terhadap lingkungan mulai hilang, semua pikiran atau kegiatan yang mau dilakukan akan mulai hilang oleh rasa lelah tersebut. Kesimpulannya, seratonin dapat membuat bangun pada pagi hari, dan melatonin membuat kita tertidur di malam hari.
Di momen kita tertidur, biasanya semua pikiran hilang tetapi diri mulai terasa tenang, caranya untuk menenangkan diri kita sendiri secara sadar, dengan mengosongkan pikiran diri sendiri, berpikir dengan tenang hingga menciptakan pikiran yang individualis, untuk melakukannya mata harus tertutup, contohnya seperti meditasi. Dimana kita menutup mata, koneksi diri dengan lingkungan luar akan mulai terputus, sehingga otak hanya akan memproses 20% informasi, karena semua yang kita lihat adalah 80% informasi, ditambah jika kita menggunakan penutup telinga atau memasang musik untuk menutupi semua suara di lingkungan kita, alhasil informasi yang diserap menjadi lebih sangat minim, hingga membuat otak memasuki tahap gelombang alpha, dimana otak menjadi lebih pelan, di gelombang alpha otak akan lebih memikirkan dunia imaginasi, berbeda dengan posisi tidur, gelombangnya menjad teta.
Jika proses meditasi ini dilakukan secara berulang-ulang, akan terasa banyak perubahan, utamanya secara pemikiran di otak sendiri, karena meditasi yang intensif, dimana akan masuk ke gelombang gamma, 32 sampai 100 hz, yang disebut sebagai fase super sadar, efeknya semua energi di dalam tubuh, dari perasaan, energi untuk mengolah makanan di tubuh, dan semua energi tersebut akan pindah ke otak, karena kombinasi berbagai energi ini. Energi ini akan dikirim ke kelenjar pineal dan menciptakan melatonin yang bagus hingga membuat otak menciptakan sebuah energi yang dahsyat, terukur hingga 40.000 kali lebih besar dibandingan otak yang normal.
Sebenarnya terdapat berbagai jenis gelombang lain, seperti gelombang teta yang dialami anak-anak berumur 0-6 tahun, sehingga membuat anak-anak lebih fokus terhadap dirinya sendiri. Tetapi saat mulai berkembang, dari belajar, memahami dunia luar, hingga membuat lebih terfokuskan untuk berinteraksi dengan dunia luar tetapi berdampingan sambil memikirkan dunianya sendiri. Hingga memasuki fase umur 12 tahun ke atas, gelombang alpha berubah menjadi beta, dimana membuat diri kita sendiri lebih sadar dengan lingkungan, berpikir terhadap lingkungan dan membuat pemikiran lebih realistis, tetapi saat otak menerima informasi, contohnya saat belajar, gelombang yang diciptakan akan berubah menjadi alpha kembali, penyebabnya karena otak sudah lebih santai, tidak terasa terancam atau panik, sehingga dapat menerima informasi dengan mudah. Tetapi saat kita lebih menggunakan emosi, utamanya di momen saat merasa sedih, marah, tertekan, takut atau panik, diri kita akan memasuki gelombang beta yang tinggi, dimana otak tidak dapat menerima informasi lagi, karena diri kita terdistraksi oleh pikiran lain. Jadi kesimpulannya, di fase pemikiran sadar, yaitu gelombang beta 13-30 hz dan alpha 8-12 hz, untuk pemikiran dimana otak tertidur, alam bawah sadar, gelombangnya adalah teta yaitu 4-7 hz dan delta 1-3 hz. Intinya jika otak kita menjadi lebih tenang, dikosongkan dan lebih tertutup, maka kita akan bisa menangkap informasi lebih baik dan fokus.