AES009 Tidur Sendiri
Sanya
Friday October 11 2024, 9:34 PM
AES009 Tidur Sendiri

Kemarin ada hal menarik setelah maghrib tiba-tiba Sei bilang “bu aku mau coba tidur sendiri”. Wow ini pernyataan yang aku tunggu-tunggu dari kelas 1. Sebetulnya sudah dari kelas 1 kami rayu supaya belajar tidur sendiri, berbagai cara sudah dilakukan dari mulai mendekor kamar sendiri, pilih seprei sendiri, tidur ditemani dulu, banyak sekali sampai lupa apa lagi tapi semua usaha masih gagal. Malam-malam pasti dia datang mengetuk pintu dengan berbagai alasan.

Bu ada suara aneh.

Bu aku mimpi buruk.

Bu aku ga bisa tidur.

Bu aku bersin-bersin.

Gagal maning son.

Kemarin berbeda, dia tampak yakin dan percaya diri. Tapi tetap keinginannya bersyarat “ibu temenin aku dulu ya sampe bobo baru boleh pindah”. Baiklah. Sebelum tidur dia cerita kalau teman-temannya sudah mulai belajar tidur sendiri juga. Oh pantas dia mau coba juga, tidak mau ketinggalan. Apapun trigger-nya tetap apresiasi keinginannya untuk mencoba. Walau akhirnya dia tetap pindah. Sudah kuduga. Ekspektasiku tidak setinggi itu jadi aku tidak kecewa.

Dulu waktu renang bersama kawannya juga dia berani lompat dari springboard yang tingginya kurang lebih 3m karena melihat temannya berani terjun. Kapan hari juga begitu dia mau coba makan stroberi di sekolah karena teman-temannya makan padahal dia tidak suka stoberi. Mungkin saat bersama kawan stoberi tampak nikmat jadi dia mau mencoba. Hebat. Apakah ini yang namanya kekuatan kompetitif?

Begitulah anak-anak suka mencoba hal baru.

Kadang berhasil kadang gagal

Kadang suka kadang tidak suka

Yang jadi fokusnya ya mau mencobanya itu, hasilnya lain soal. Butuh keberanian, kemauan dan tekad untuk memulai hal baru. Sekuat tenaga kita mendorong dia untuk mencoba pun kalau kemauannya tidak ada ya tidak bisa. Tugas kita hanya mengenalkan dan mengajak anak-anak untuk mencoba. Kalau tidak berjalan sesuai rencana ya tidak apa-apa masih banyak hal lain yang bisa dicoba. Semangati saja supaya tidak berkecil hati, apresiasi usahanya.

Dark jokes-nya masih banyak kegagalan lain yang harus dicoba hahaha

Dilihat-lihat influence teman sebaya lebih berpengaruh ya untuk seusia dia. Nah kan lingkungan sekolah berpengaruh besar untuk anak-anak. Siapa bilang tidak? Buktinya Sei banyak mencoba hal baru karena melihat teman-temannya.

Masalah tidur sendiri sudahlah aku sudah pasrah. Mungkin dia masih mau dikelonin, masih mau disayang-sayang, akan datang nanti saatnya aku yang merindukan tidur dengan Sei. Sei yang sudah punya dunianya sendiri. Hiks

You May Also Like