Hari ini perasaanku campur aduk, mirip dengan es campur tapi rasanya tidak seperti es campur, rasanya mirip minum kopi disaat perut kosong. Gemetar, tangan dingin, berkeringat. Hari ini hari es campur rasa kopi.
Hari ini jadwal sidangku, the judgement day. Tulisan yang sudah kubuat selama 5 bulan akan diuji hari ini. Mantap ya demi hari ini aku mengerjakan sampai kurus, kata Fajrin badanku kembali seperti waktu SMA, badannya bukan wajahnya tega sekali dia 
Sebenarnya jadwal ini sudah diinfokan dari 4 hari yang lalu, hari sabtu saat aku sedang piknik ke Pangalengan, niatnya menghirup udara sejuk eh dapat info jadwal sidang. Hmm. Tapi aku hiraukan saja, sayang sedang piknik masa kepikiran. Rugi dong, ya sudah lanjut jalan-jalan lagi. Sudah lama tidak camping walaupun hujan tapi suasananya nyaman membuatku lupa dengan tanggung jawab. Procrastination-ku memang bagus. Hahaha
Kemudian 2 hari yang lalu, surat resminya keluar. Pengujinya adalah dosen yang lumayan kritis, dapat absen awal pula. Mau tidak mau aku harus belajar, sekalian membuat slide. Slide saja belum dibuat, memang pemalas. Energiku sudah habis diawal, terlalu lama berlari membuatku kehilangan semangat, menjelang garis finis malah melambat.
Tapi 2 hari itu benar-benar kupakai semaksimal mungkin, membuat slide dan belajar, mencari semua kemungkinan pertanyaan yang akan ditanyakan oleh penguji, mencari tahu jawabannya, membaca lagi semua tulisanku. Sampai-sampai hal ini terbawa mimpi. H-2 aku mimpi sedang ujian! Mimpinya benar-benar nyata, rasanya seperti simulasi ujian. Bangun tidur aku capek dan kesal. Kenapa kau berbuat begini kepadaku otak? Haruskah aku ujian 2x? Huuuu
Seperti wangsit, H-1 aku belajar lagi mencoba mengingat-ingat apa yang ditanyakan penguji dalam mimpi. Nihil, aku tidak ingat apa-apa. Mungkin memang tidak berbakat punya indera ke-6. Manusia biasa sepertiku bisa apa selain belajar agar lulus ujian. Ayo belajar lagi!
Anehnya disaat kepala berisi penuh begitu aku tidak stres, perasaanku tenang. 5 bulan ini waktu yang lama, proses panjangnya baru dirasakan sekarang H-1. tidak sia-sia aku mengerjakan sendiri tulisanku ini, sedikit banyak aku sudah hapal materinya. Mungkin ini yang membuatku tenang. Ah ternyata benar, percaya diri timbul saat kita sudah punya bekal yang cukup. Tersisa faktor keberuntungan saja, sisanya bisa di handle.
D-Day. Inilah hari es campur rasa kopi. Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 saatnya menunggu diruang tunggu, kami diwajibkan hadir 30 menit sebelum sidang dimulai. Pukul 08.40 satu persatu dipersilahkan masuk ke ruang ujian. Aku absen 4 dari 11 lumayan tegang. Tapi sudahlah bagaimanapun tetap harus dihadapi. Aku bisa aku bisa aku bisa. Tapi aku ingin cepat-cepat selesai saja. Aku tidak suka menunggu.
Lama menunggu membuahkan hasil, aku sudah lebih tenang. Sampai di ruangan, ternyata kedua pembimbingku tidak ada, 1 sedang menguji di ruang lain, 1 berhalangan hadir beliau sudah mengabarkan aku kalau sedang ada masalah di luar, segera mungkin menyusul, tapi aku kurang beruntung saat panggilan beliau belum ada. Lalu siapa yang membelaku? Tertawa getir aku sebelum mulai.
Sapaan ramah datang dari wajah penguji, kubalas dengan senyum lebar tidak akan aku biarkan situasi merusak mood-ku. Show must go on! Setelah presentasi selesai, aku sudah siap dengan segala pertanyaan yang melintas diotak. Eh tidak ada satupun yang ditanyakan. Penguji mengajak diskusi memberikan saran untuk tulisanku, katanya ada potensi sayang sekali kalau tidak dikembangkan. Hahaha ini sih bahasa lainnya revisi. Rupanya penguji ingat denganku, maklum aku suka kepo jadi suka bertanya di kelas jadi sisa waktu ujian diisi dengan obrolan santai diisi oleh pertanyaan-pertanyaan recehku seputar tulisan, beliau juga bertanya seputar kesehatan. Mutualisme ya.
Selesai ujian lega rasanya. Seperti melepaskan pakaian basah dan dingin karena kehujanan lalu mandi air hangat. Tapi memang literally seperti itu keadaanku keluar dari ruang ujian. Rambut lepek, badan berkeringat sampai bajuku basah, wajah kuyu. Teman-teman mengajak selfie pun aku tidak sanggup. Kondisi ini tidak memungkinkan hahaha
Nah sampai sekarang pun aku masih menunggu, menunggu pengumuman. Jadwalnya terus mundur dari pukul 13.00, 14.00 sampai sekarang belum karena masih ada teman lain yang ujian. Semoga hasilnya bagus!
Oalah ternyata cerita sidang thesis ada di sini... lengkap panjang lebar. Tapi selamat sudah lewat. Sidang hanya sidang. Yang lebih penting adalah pembelajaran yang didapat. Semoga bermanfaat. Sekali lagi selamat. 🙏🏼😃
Terima kasih kak🤗
Betul, pembelajarannya yang penting. Gelar hanya gelar. Seperti cerita kak Andy. Kartu nama hanya penjara, saatnya belajar hal baru lain hihi
Woaaa... Bukan mendahului, tapi saya ingin menyampaikan ucapapan selamat. Saya bukannya empati, tapi menyaksikan sendiri bagaimana perjuangan seseorang untuk mencapai taraf ini. Sekali lagi selamat! Sekarang bisa mulai makan banyak biar ga kurus seperti jaman SMA hehehehe
Waah terima kasih pak Joe, perjuangan untuk konsistennya ini nih yang lumayan.. betul sekarang sudah lega bisa menikmati makanan lagi😄