Pagi ini terasa sedikit dingin tidak ada cahaya matahari yang mengintip dari celah gorden. Pagi ini mendung tapi aku tahu hari sudah mulai pagi. Kamar yang gelap mulai terang menampakkan wajah-wajah para penghuninya. Tidak ada alarm yang terpasang saat akhir pekan namun alarm tubuhku yang membangunkankan aku hari ini. Kupandang mereka satu persatu. Mereka masih tertidur pulas di balik selimutnya. Kehangatan selimut membuat mereka masih terlelap.
Aku selalu suka memandang wajah anak-anak yang sedang tidur rasanya damai. Momen kecil yang rasanya spesial. Memandang hidungnya yang kecil, alis matanya yang melengkung rapi, bulu mata panjangnya, kelopak mata yang menutup mata coklatnya, bibir kecil yang selalu tersenyum saat melihatku, pipi bulat yang lembut dan menggemaskan, aroma rambut yang wanginya membuat hati hangat. Anak-anak yang setiap hari begitu bersemangat dan berenergi ini begitu tenang saat tidur, menggemaskan.
Kupandang lekat wajahnya, kusibak poni panjangnya yang menutupi kening membuat wajahnya terlihat utuh. Kuusap lembut kepalanya, harum rambutnya yang khas memiliki efek sedatif yang nyaman. Kugenggam erat tangan mungilnya yang muncul dari bawah selimut. Rasanya dulu mereka belum sebesar ini.
Waktu memang tidak dapat dihentikan namun pada momen ini waktu terasa lebih lambat. Momen kecil yang hangat ini membuka hariku dengan suka cita.
Bagus banget ini tulisannya... 🤗