AES130 Melepas Kepergian
Sanya
Wednesday March 5 2025, 6:38 PM
AES130 Melepas Kepergian

Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, hari kemping di sekolah. Anak kecil itu nampak bersemangat sekaligus gugup, dalam perjalanan ke sekolah dia tampak sedang mengingat-ingat apa saja perbekalan yang sudah disiapkan apakah ada yang tertinggal atau sudah lengkap. Alisnya menekuk, matanya melihat keatas, jarinya sibuk menghitung, wajahnya lucu sekali. Karena penasaran aku bertanya bagaimana perasaanmu saat ini? Dia menjawab seperti yang kuduga tadi, wajah anak kecil memang tidak bisa bohong selalu menampakkan perasaannya.

Rupanya teman-teman lain sudah datang duluan, dia bergegas masuk meninggalkan kami di mobil. Banyak rekan orang tua lain menunggu di luar kami pun kemudian datang menyapa. Asik mengobrol ternyata akan ada acara bersama orang tua sebelum melepas mereka kemping, untung saja tadi tidak langsung pulang. Bisa sedih dia.

Tak lama anak-anak muncul dengan senyum lebar menuju orang tua masing-masing untuk dibawa ke pendopo. Bermain bersama keluarga besar Sajojo, semua tampak bahagia. Momen yang indah untuk mempersiapkan mereka berpisah sejenak dengan orang tua.

Selesai acara hangat tersebut kami para orang tua berpamitan dengan anak-anak. Sei berlari kecil dan melompat memeluk erat, tak ada air mata atau wajah kekhawatiran pada mata besarnya itu seolah berkata "Aku akan baik-baik saja bu, jangan cemaskan aku." lalu memeluk Fajrin dengan tos bestie mereka, ya mereka punya tos rumit khusus untuk mereka, dasar si kembar.

Kami berdua melambaikan tangan, dia membalas dengan senyum super tomatnya. Duh bukankah itu adalah anak yang masih susah tidur sendiri, yang hobinya membuat 101 alasan supaya tetap tidur bersama kami, rasanya baru 4 atau 5 bulan belakangan dia masih menempel erat, kok sekarang sudah begini? Setelahnya dia meninggalkan kami tanpa melihat kebelakang, kembali ke kerumunan teman-temannya seolah kami sudah pergi jauh. Hah luar biasa percaya dirinya sungguh terbangun baik. Kadang aku tidak percaya anak kecil itu semakin besar rupanya.

Di perjalanan pulang kami berbincang ringan saling tertawa menyadari bahwa momen ini adalah latihan kami melepas kepergiannya kelak, yang lebih jauh yang lebih bermakna.

joefelus
@joefelus   last year
Punya anak itu tidak boleh berkedip. Sekali berkedip tiba-tiba sudah dewasa dan meninggalkan kita :)