AES 006: Secangkir (?) Teh
Sebastian Owen
Sunday June 29 2025, 9:38 PM
AES 006: Secangkir (?) Teh

Saya menulis seperti biasa dengan secangkir (tungku veples haha) teh di ruangku yang penuh barang kuno, mengetik di laptop dengan tab-tab yang tak terhitung (foto beberapa tahun yang lalu bayangkan saja sekarang).

Mengatakan selamat tinggal terasa suatu kemewahan. Saya lulus SD dan meninggalkan sahabat-sahabat di sekolah ST. Angela yang menemaniku hampir satu dekade (beberapa sejak TK!) melalui suatu meeting Microsoft Teams yang diselenggarakan sekolah. Sejujurnya sangat tidak terkesan saat itu atau secara retrospek sekarang. Hari-hari kemudian sama saja, masih mengobrol-obrol lewat chat (bahkan masih terus menggunakan akun sch.id ST Angela di Microsoft Teams untuk berkomunikasi, walau nanti pindah ke Discord) seperti perpisahan itu tidak pernah terjadi saja, semua berjalan terus seperti biasa. Kami pergi menuju jalur-jalur hidup sendiri tanpa mengatakan 'sampai jumpa', mungkin minta kabar dari waktu ke waktu.

Waktu sudah berjalan, pergi, tidak untuk kembali lagi. Menjelang 2 tahun di SMP Semi Palar, kukira tidak ada satu-dua kata yang mampu memberikan keadilan untuk mendeskripsikannya. Mungkin Kak Bayu benar, aku terlalu banyak berpikir soal hal itu. Entahlah, yang pasti adalah saya rasa waktu telah cukup untuk saya memproses dan berefleksi terhadap diri (dan lingkungan sekitar) yang telah menjadi suatu kebiasaan, ekspektasi yang berada di benak saat bangun pagi; mereka yang menyandar di railing dekat tangga, yang duduk berdampingan selagi menatap HP mereka dengan jenuh menunggu jam 7:15. Mereka yang pura-pura membaca di saat jabawaskita, mereka ini dan itu, semua terasa seperti hanya kemarin.

Apapun itu yang menjadi kesan dari Brantas/Yospan, baik itulah betapa hening kelas ini pada mulanya maupun kebisingan yang tak henti menggangu, proyek yang buntu, perjalanan; 2 tahun terakhir merupakan waktu yang sangat melelahkan dan sama-sama transformatif bagi saya. Sama pula hal yang menjadi kesan mereka terhadap saya. Apapun itu, saya merasa sangat sadar dan terhormat dapat berperan dalam waktu (relatif) kecil dalam momen dan tempat dalam kehidupan mereka di Brantas/Yospan, dimana beberapa dari mereka berada di sekolah ini sejak mereka mulai membaca dan menulis. Waktu akan berbicara dengan carannya, apa itu yang menjadi satu-dua kata pendeskripsi 2 tahun itu, mungkin tidak.

Mengakhiri tulisan yang sangat ringkas untuk sebuah waktu yang begitu penuh, dengan diri yang masih tidak terbiasa untuk mengatakannya,

Selamat tinggal Yospan, halo masa depan!