AES 364 Moments
joefelus
Sunday May 22 2022, 7:56 AM
AES 364 Moments

Udara lumayan dingin karena baru saja ada badai salju di pertengahan musim Semi. Bukit dan gunung-gunung dipenuhi salju tapi kota tempat saya tinggal sangat kering tidak ada setetespun salju yang turun, ramalan cuaca kali ini agak melenceng, 76% kemungkinan turun salju tidak terjadi. Di kota-kota lain salju turun hinga lebih dari 60cm! Saya keluar rumah menjelang pukul 6 pagi karena ingin mulai kembali berolahraga. Akhirnya saya kembali berolahraga sesudah beristirahat selama 10 hari untuk mengistirahatkan lutut. Saya begitu bersemangat! Menikmati perjalanan mendengarkan lagu sambil mengemudi menuju gym.

Dalam perjalanan saya saksikan kota begitu sepi, seperti saya katakan beberapa waktu yang lalu, kota menjadi sepi semenjak para mahasiswa libur. Kota kehilangan minimal 30,000 orang ditinggal mudik. Sambil mengemudi, saya mulai berpikir mengenai kejadian akhir-akhir ini.

Semalam saya agak terkejut di acara wisuda ketika sekitar 10 hingga 15 wisudawan berdiri pada saat "the first generation" yang lulus SMA disebut! Bayangkan! The first generation High school graduates! Generasi pertama dalam keluarga yang lulus SMA! Itu sekitar 4% dari seluruh lulusan di sekolah Kano tahun ini! Berarti ada 4 persen siswa yang orang tua maupun generasi sebelumnya belum ada yang pernah lulus SMA! Ini di Amerika loh! Bagaimana saya tidak terkejut? Tidak heran acara semalam begitu ramai ketika nama-nama mereka disebut satu per satu karena lulus SMA untuk sementara orang merupakan "sesuatu banget". Jaman gini masih ada yang generasi pertama yang lulus SMA? Wow!

Di sini memang pendidikan formal seringkali untuk level pekerjaan tertentu tidak penting. Untuk bekerja di gerai makanan siap saji, tidak ditanya apakah pernah sekolah atau tidak, yang penting bisa bekerja. Tenaga manusia harganya mahal. Bahkan dulu saya pernah punya karyawan yang tidak bisa membaca atau menulis, tapi dia "terpakai" karena jago di dapur, pandai bekerja di bagian grill! Jadi sekali lagi, sesudah saya pikir-pikir, saya jadi mengerti kenapa semalam terdengar "heboh banget" ketika nama satu persatu disebut, bahkan banyak yang bawa spanduk, bawa karton yang ditulisi "congratulations" besar-besar karena Lulus SMA itu sesuatu banget!

Terlepas dari kondisi mengejutkan yang saya jumpai di acara itu, saya bangga dengan pencapaian yang sejauh ini telah K raih. Ini jadi pengalaman menarik bagi dia dan juga pengalaman menarik bagi saya sebagai orang tua. Dan karena dia anak semata wayang, setiap hal baru yang dia alami, juga merupakan pengalaman baru yang saya alami, kalau hanya sekali seumur hidup, itu juga akan jadi pengalaman saya sekali seumur hidup. Kalau memikirkan ini seru juga ternyata. Setiap momen akan selalu saya rekam karena dia tidak akan selamanya bersama saya. Suatu waktu nanti dia akan hidup mandiri sebagai manusia dewasa. Perjalanan bersama ini yang akan menjadi teman saya hingga akhir.

"I met my middle school teachers, dad!" kata K ketika dia hari Kamis lalu mengunjungi SMP-nya. Di sini, merupakan sebuah kebiasaan mengunjungi sekolah-sekolah dimana mereka pernah belajar, karena program SMP dan SMA berkesinambungan. Sebelum lulus, mereka mengunjungi guru-guru yang dahulu pernah mengajar di middle school. Saat menjelang K berkunjung ke sana, konon salah seorang guru komputer bercerita kepada murid-muridnya di kelas," There was one student who was crazy about computer and he was so good at it." Dia terus bercerita tentang pengalaman-pengalaman ketika mengajar. Kemudian rombongan yang mengunjungi sekolah itu mulai memasuki kelas-kelas untuk menyapa guru-guru mereka sebelum lulus. Kano dan teman-temannya mengetuk pintu. Begitu mereka masuk ke kelas, sang guru berteriak,"That's him!" sambil menunjuk ke K. Semua anak berdiri dan bertepuk tangan. Kano berkata,"Dad, I got the most high fives I have ever had in my life!"

Hal-hal kecil seperti ini yang banyak mewarnai hidup saya dalam membesarkan K. Hal-hal kecil tapi istimewa yang jika dikumpulkan akan terus membuat saya tersenyum, membuat keharuan dan juga kebanggaan. Sama serunya dan membuat saya tersenyum-seyum seperti ketika seorang anak kecil yang bawel untuk pertama kalinya naik Damri, lalu membuat sopirnya bengong ketika dia mengucapkan terima kasih sudah mengantarkan kami ke tempat tujuan, dalam bahasa Inggris! Hahaha... Saya punya banyak kumpulan momen-momen spesial seperti ini dan akan terus berusaha mengumpulkan lagi sebanyak-banyaknya!