Hari kamis tepatnya tanggal 13 Februari, aku terbangun dari istirahat malam yang panjang. Kegiatan sore kemarin membuatku benar benar ingin tenggelam dalam ketenangan, meskipun aku sendiri pun masih belum mengerti apa arti sesungguhnya dari suatu ketenangan, apakah ruang sepi yang diselimuti angin dingin, apakah hanya diam sesaat dari segala keriuhan dunia ini, atau apa?. Pagi ini sudah ku niatkan untuk pergi kembali ke tempat belajar yang membuat saya berkali kali terkesan, membayangkan indahnya bangunan yang diisi oleh puluhan bahkan ratusan kepala yang memiliki pikiran yang berbeda namun tetap selaras, sudah lebih dari 4 hari yang lalu kuniatkan untuk bisa secepatnya datang menghadiri acara yang akan dilaksanakan di gedung yang kumaksud itu, namun beberapa kendala membuatku untuk mengurungkan niat itu, hingga pada akhirnya tepat pada hari Kamis ini aku bisa menjalankan niat yang telah saya bangun sejak awal minggu ini.
Alarm jam 5 pagi telah berhasil membangunkanku, sengaja ku nyalakan untuk mewanti wanti diri sendiri agar tidak terlambat dalam menghadiri kegiatan yang akan ku lakukan hari ini, setelah bangun dan beranjak dari tempat tidur aku bergegas mengambil handuk dan berniat untuk mandi, ibuku yang selalu menjadi pondasi utama di kehidupanku sudah paham betul bahwa aku akan pergi sepagi mungkin untuk mengejar travel yang akan membawaku ke tempat tujuan, dia bergegas menyiapkan bekal makan siang untuk kusantap setelah istirahat makan siang. Setelah semua siap aku bergegas pergi menuju pool tempat travel yang akan membawaku pergi, tidak jauh dari rumah hanya butuh waktu 15 menit aku bisa sampai disana. Pagi itu pukul 06.35 aku melihat belasan orang lainnya di pool tempat keberangkatanku, aku memperhatikan sekitar,keadaannya riuh, ramai, orang orang saling berbincang satu dnegan yang lain,tukang jualan gorengan yang sibuk menggoreng hidangannya,sopir sopir yang mulai mempersiapkan mobil,bahkan ada juga yang sama sepertiku hanya memperhatikan sekitar. Merenung sejenak sebelum memulai segala aktivitas, membiarkan otak untuk memiiliki ruang dalam menyelaraskan pikiran dan tujuan yang akan dihadapi di depan. terkadang sambil merenung sebenarnya diri ini mau dibawa kemana, sebenarnya apa tujuan dalam kehidupan yang sebenarnya, semua terus berputar dalam renungan yang tadinya ingin aku kosongkan sejenak.
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 07.41 dan tak terasa juga bahwa aku sudah sampai di pool tujuan, penuhnya jalanan Bandung tadi pagi membuatku terdiam sejenak, aku melihat setiap orang dengan struggle masing masing, ada yang berjalan di trotoar, ada yang mengendarai motor dengan wajah sedikit emosi, ada pengendara mobil yang harus rela mengantre, meskipun tidak sepadat biasanya tetap saja ada ribuan rasa di balik ribuan orang pagi tadi, sesekali aku terpikir kembali, sebenarnya apa sih yang orang cari dari kehidupan ini, apakah rumah besar dengan segala kemewahannya?, apakah pasangan yang baik untuk menemani segala proses kehidupan?, apakah keluarga yang bahagia yang dibangun dari usaha jerih payahnya?, karena dari awal berangkat hingga sampai ditujuan aku melihat wajah wajah dengan penuh harap yang entah apa sebenarnya yang mereka harapkan dalam kehidupannya. Tak disadari ternyata perjalanan kecil dapat membawa ratusan tanya pagi ini, hingga akhirnya aku memutuskan untuk berjalan menuju tempat tujuan dari pool travel yang telah berhasil mengantarkan saya dengan selamat.
Berjalan dipagi hari dengan suasana yang sudah mulai hangat, sambil terus memperhatikan keadaan disekitar yang semakin lama semakin membuat nyaman. berjalan sekitar 10 menit menuju ke arah bangunan yang saya tuju. Setelah sampai di tempat tujuan, saya bertemu banyak kakak-kakak dan anak anak yang saling melemparkan senyum dan sapa,sampai mataku tertuju pada papan yang berisi ratusan gambar bulat, aku penasaran dan mulai berjalan ke arah mading itu, ku amati satu persatu setiap gambar yang dilukis dengan indah, perasaan kagum menyelimuti ketika melihat gambar yang ternyata berisikan perasaan sang pemilik gambar juga, sampai saya sadar dan bisa menyimpulkan bahwa itu bukan sekedar gambar lebih dari itu , nyatanya itulah rasa dan afeksi dari diri kita yang dilukiskan lewat karya. Kagum. satu kata yang bisa saya ucapkan ketika melihat segala kreatifitas yang dilukiskan dari sebuah perasaan, saya akhirnya memutuskan untuk ikut bergabung dalam membentuk dan melukiskan apa yang saya rasakan sesuai dengan naluri tubuh saya dengan mengikuti kegiatan workshop membuat 'Mandala' dengan berbincang sedikit bersama kakak-kakak tentang filosofi sesungguhnya dari konsep 'Mandala' yang ternyata memiliki makna dalam tentang naluri tubuh dan pikiran kita.
Kegiatan terus bergulir rasa penasaran tentang tujuan hidup terus berputar, maklum, baru pertama kali menjajaki dunia dewasa jadi membuat saya sedikit takut untuk menentukan arah tuju yang sesuai, tapi rasa takut itu hilang setelah saya mencoba untuk menjajaki bursa buku. Satu,dua, sepuluh buku saya lihat, saya perhatikan sinopsis dari buku-buku yang berhasil mencuri perhatian saya, hingga mataku berhenti pada satu buku yang berjudul 'Va love Ti Porta Il Euore'. Dimana saat saya baca sinopsis nya berisikan
'Dan kelak, disaat begitu banyak jalan terbentang di hadapanmu,dan kau tidak tahu jalan mana yang harus kau ambil. Janganlah mengambil dengan asal saja, tapi duduklah dan tarik napas dalam-dalam, dengan penuh kepercayaan, seperti saat kau bernapas di hari pertamamu di dunia ini.Jangan biarkan apapun mengalihkan perhatianmu,tunggulah,tunggulah lebih lama lagi Berdiam dirilah,tetap hening , dan dengarkan hatimu ,lalu ketika hati itu bicara,beranjaklah,dan pergilah kemana hati membawamu.'
persis seperti apa yang dikatakan teman teman di beberapa kesempatan diskusi, bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini merupakan sebuah sinkronisasi, tidak ada kejadian yang kebetulan. Perjalanan hari ini, nyatanya membawa saya untuk menemukan suatu jawaban mendalam. Ketika kau bingung arah tuju yang akan kalian ini hadapi, ikutilah kata hatimu, tarik napas panjang panjang dengan penuh kepercayaan seperti hal nya ketika kau pertama kali terlahir di dunia ini, maka semakin kita yakin dan percaya, semakin kita mampu menentukan apa yang hati dan akal kita tuju.
Syahaarah,13 Februari 2025
https://ririungan.semipalar.sch.id/kak-andy/blog/1429/aes043-sinkronisitas
Ini tulisan saya tentang Sinkronisitas Syahaarah. Mudah-mudahan bisa menggenapi.
siap kak Andy, terimakasih banyak