9 jam Leuwipanjang-Banten Kidul
Tatha Wu
Sunday November 5 2023, 1:53 PM
 9 jam Leuwipanjang-Banten Kidul

IMG_20231023_054810.jpg

                                        Matahari di pagi hari

 Perjalanan dimulai pada hari Senin jam 06:00 WIB tanggal 23 Oktober 2023. Dari Bandung (Terminal Leuwipanjang) menuju Banten Kidul. Kami semua K9 meninggalkan Bandung selama 5 hari 4 malam di Banten Kidul. Pagi itu aku bangun jam 03:30 pagi/setengah 4. Pikiranku kosong pada saat itu dan tidak terlalu sadar bahwa hari itu aku dan yg lain akan pergi ke Banten Kidul meninggalkan keluarga dan aktivitas yg biasa dilakukan. Aku merasa seperti biasa saja, seakan-akan tidak ada hari spesial di hari itu. Aku pun meninggalkan Mama di rumah tanpa rasa sedih. Aneh, karena dulu saat meninggalkan Mama di rumah untuk Nyaba Lembur dan Perjalanan Besar ke Jawa Tengah ada perasaan sedih, tapi kali ini tidak ada perasaan sedih. Sesampainya di Leuwipanjang aku juga masih merasa biasa aja, bertemu teman2 juga biasa saja. Disana aku tidak mengobrol dengan teman2, hanya ngobrol dengan Papa, seakan-akan teman2 dan ortu lain adalah orang asing. Paling hanya ngobrol dengan Ara, Kak Braja, dan Kak Marta, itu pun tidak banyak ngobrolnya. 

                                  IMG_20231023_061400.jpg

                                          Foto Bersama
    Tidak lama kemudian waktu sudah menunjukkan pukul 06:00, kami pun langsung briefing, foto bersama teman2 dan juga ortu, dan berpamitan dengan ortu. Sampai detik berpamitan pun aku tidak merasa apa-apa. Saat akan naik bus, tiba-tiba aku mendengar suara seseorang yg tidak asing, ternyata Kak Ome datang untuk melihat kita semua berangkat dari Leuwipanjang, tapi sayangnya kita hanya sempat bertemu sebentar, Kak Ome agak telat datangnya. Kita berangkat menggunakan Bus MGI jurusan Bandung-Sukabumi, aku duduk paling depan dan sendiri. Aku lebih nyaman duduk sendiri di dalam bus. Sebenarnya tidak apa-apa ada orang disebelah aku, tapi jangan orang yg kukenal, justru duduk disebelah orang yg kukenal malah membuat aku kurang nyaman untuk tidur. Selama diperjalanan aku duduk disebelah Ibu-ibu yg membawa anak balita, anaknya lucu dan pecicilan.

   Sebenarnya Bus MGI jurusan ini melewati Padalarang, alias daerah rumahku. Dan juga melewati gerbang komplek rumahku. Jadi aku hanya bolak-balik aja, Padalarang ke Bandung, dari Bandung lewatin Padalarang. Sama aja kaya dulu K8 perjalanan kecil yang ke KBP di Padalarang. Selama diperjalanan aku kebanyakan tidur, bangun, makan makanan ringan, minum, tidur, bangun lagi, makan makanan ringan lagi, minum lagi, dan tidur lagi. Karena aku duduk di kursi paling depan, aku tidak tau bagaimana kondisi Kakak dan teman2 dibelakang. Sebelumnya aku pernah naik MGI, itu pun saat kelas TK untuk ke sekolah melewati tol Pasirkoja, selama ini aku hanya naik bus Damri jurusan Alun-alun Bandung ke KBP dan bus Tayo/Teman bus jurusan yg sama Bandung ke KBP namun tidak melewati tol, alias lewat Cimahi. 

   Tidak lama kemudian, kita sampai di Sukabumi. Kami pun beristirahat dulu, ke toilet, berdiri dulu setelah 3 jam-an duduk di bus. Setelah itu kami lanjut naik bus lagi untuk 3 jam kedepan, bus nya masih MGI dengan jurusan yg beda, yaitu Sukabumi-Pelabuhan Ratu. Aku baru tau ada MGI yg berbeda jurusan, karena dari dulu aku hanya melihat satu jurusan. Bus yg ini lebih kecil, jadi agak engap, tapi selama perjalanan kami mendengarkan lagu dari Bus nya. Di bus MGI ini ada TV dan bisa menyetel Youtube, dan juga diperbolehkan untuk request lagu. Kali ini aku duduk bersama Kak Marta. Aku tidur lagi selama perjalanan, tapi tidak setenang di Bus MGI sebelumnya, karena jalannya belak-belok.

   Tidak lama kemudian kita sampai di Pelabuhan Ratu, saat turun dari bus, kami kaget karena tiba2 banyak orang yg menawarkan kita untuk naik Elf yg tanpa AC (Memang cuman ada Elf tanpa AC). Satu persatu dari kita ditawarkan seperti itu, kita terlalu bingung untuk menjawab, karena baru bangun. Karena itu Kak Marta dan Kak Braja bantu bilangin bahwa Kakak yg bawa kita semua. Jadi kami makan siang dulu, dan Kak Braja ngobrol dulu dengan para supir Elf. Setelah makan siang, yg Muslim sholat dulu. Baru kita melanjutkan perjalanan naik Elf ke tujuan akhir kami yaitu Kasepuhan Babakan Lama Kujang Jaya. Kami terbagi menjadi 2 Elf, karena ada beberapa penumpang lain juga yg naik. Aku satu Elf bersama Kak Marta, Ha, Ni, Ch, J, Ca, Am, V, G, As, dan Sa. Di Elf, aku tidak bisa tidur, kali ini bukan karena jalanannya yg belak-belok, tapi karena aku kejedot tiang untuk pegangan (untuk tangan) terus-terusan selama 1 setengah jam……….. Nasib :)

    Akhirnya setelah 9 jam perjalanan, kita sampai di Gerbang masuk ke Babakan Lama Kujang Jaya, tujuan akhir kami.  Setelah itu kami berhenti sebentar di depan bengkel kecil. Lalu lanjut berjalan ke dalam jalan kaki. Kami berjalan kaki sejauh 500 meter, didampingi dengan jalanan yg nanjak, turun, nanjak, dan turun. Selama ini aku mencari satu tanaman yg paling lucu, yaitu Putri malu. Dan aku pun menemukannya disini, aku pun langsung spontan (uhuy) menyentuh tanaman itu. 

                                     IMG_20231023_160451.jpg

                                            Jalan 500 Meter
   Tidak lama, akhirnya kita bisa melihat rumah-rumah disana, dan kita berjalan menuju ke pendopo besar di depan. Kita hanya menyimpan tas disitu dan memakai samping, laki-laki menggunakan iket kepala (Kalau tidak salah, aku udah agak lupa kegiatan ekspedisi).Lalu berjalan ke rumah besar yg berada di samping kiri pendopo. Kami masuk ke dalam dan duduk melingkar dan juga ada 2 orang lagi yg belum kami kenal. Ternyata orang itu adalah “Kokolot” disini, yaitu Abah Suhaya atau Abah Uhay dan Mang Jedi. Dan rumah besar ini milik Abah Uhay. Kami disini untuk meminta izin ke Abah Uhay, permintaan izin itu dibantu oleh Mang Jedi. Proses minta izin-nya tidak terlalu lama, tapi pinggang aku pegal, karena memakai samping harus duduk dengan posisi emok atau kedua kaki di samping kanan atau kiri. Akhirnya setelah ditunggu-tunggu, proses permintaan izin  selesai. Mang Jedi keluar sambil membawa kertas, dan kembali lagi bersama seorang Ibu, ternyata sudah saatnya pembagian rumah. Selagi menunggu dipanggil, kami seperti orang yang kebingungan dan melihat sekeliling terus. Kita menggunakan 8 rumah untuk tinggal 5 hari, satu rumah diisi oleh 2-3 orang dan pastinya perempuan dan laki-laki dipisah. 

   Kalau tidak salah aku, Kalila, dan Ara dipanggil terakhir, dan untuk pertama kalinya kami bertemu dengan orang tua yg akan menjaga kami. Yaitu Bu Eem dan Pak Kandi. Kami bertiga sangat beruntung tinggal bersama Ibu Eem dan Pak Kandi, karena rumahnya sangat bersih dan rapih, walaupun ada aja semut tapi tidak mengganggu. Rumahnya sangat bagus, dinding-nya dari kayu-kayu berbentuk persegi panjang yg disusun rapih, dan lantainya dari bambu. Kami pun menyimpan barang dan tidak tau mau melakukan apa dulu, kami sangat canggung dengan Ibu Eem dan Pak Kandi. Jadi kami masih diam-diaman, saat makan malam pun kami diam saja. Setelah itu jam 08:00 malam, kami kumpul di pendopo yg tadi kita datangi untuk briefing bersama Kakak. Sebelumnya kami pamit dulu dengan Bu Eem. Di pendopo Kakak hanya menyampaikan bahwa besok kita akan mengikuti kegiatan warga, dan Kakak juga mengingatkan kita kesini bukan hanya untuk bermain/berlibur, kita disini untuk belajar dan meningkatkan keberanian, mandiri, fokus, dan ilmu pengetahuan kami. Setelah briefing kita kembali ke rumah masing2, makan malam,  dan tidur

   Sekian untuk cerita di hari ke satu ini, cerita ekspedisi ini akan kubagi menjadi 5, karena ada 5 hari. Ini baru 1 cerita. Aku mau cerita yg banyak, karena ekspedisi ini sangat seru, sehingga saat membuat cerita ini aku mengetik dengan sangat cepat. Dan jumlah paragraf di setiap cerita akan ada banyak, cerita hari ke-1 ini saja ada 10 paragraf, termasuk dengan paragraf yang sedang anda baca sekarang. Dari pada kebanyakan paragrafnya, aku sudahi saja disini.